Artikel Terbaru

Aeropagus Zaman Ini

Aeropagus Zaman Ini
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Percepatan kemajuan di bidang teknologi informasi begitu dahsyat mengguncang komunitas peradaban manusia modern. Siapa sangka bahwa ramainya wacana di dunia maya jauh lebih “menyeramkan” dibandingkan dengan realitas yang sesungguhnya? Aksesibilitas informasi begitu terbuka, terlalu mudah didapat, dan disebarluaskan. Eksesnya pun kian sulit diprediksi. Bahkan ketika sudah menyentuh variabel massal, kegaduhan yang muncul menjadi semakin sulit dikendalikan.

Kondisi itu diperparah dengan adanya pasukan buzzer yang secara membabi buta menyebarkan informasi tidak benar atau palsu; pun bersifat menipu. Memang tak semua pasukan buzzer berperilaku merusak, tapi ada sebagian yang memanfaatkan situasi untuk mengambil keuntungan. Para oknum ini memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan kepiawaian bercengkerama dengan alat-alat komunikasi modern, serta agora tak bertepi untuk menularkan virus informasi yang salah. Mereka bebas berselancar di alam maya tanpa mempedulikan dampak negatif yang muncul dari ulah mereka. Belum lagi jika motivasi kesengajaan untuk membuat huru-hara maupun intensi untuk menjatuhkan siapapun yang tak sehaluan karena hal-hal sepele, menjadi konteks dalam pesan yang ingin disebarkan. Tak hanya pribadi yang diserang, melainkan juga bisa memancing amarah komunitas dalam skala masif.

Fenomena persebaran informasi tidak benar dan bersifat menipu itulah yang lazim disebut hoax. Bahkan tak jarang fenomena ini dimanfaatkan sebagian oknum untuk mengeruk pundi-pundi dan mencari untung materi. Memang tak jarang juga bahwa ada sebagian yang menjadi pelaku penyebaran hoax tanpa sengaja. Boleh jadi, hal itu disebabkan ketidaktahuan, kealpaan, pun kegamangan atau kegandrungan bersentuhan dengan dunia maya.

Maka, banyak pihak mewanti-wanti agar kita berhati-hati dalam penggunaan teknologi informasi, termasuk demam memanfaatkan media sosial. Orangtua mulai cerewet memberi nasihat kepada buah hatinya. Para tokoh agama dan tokoh masyarakat menyerukan kepada jemaatnya. Bahkan pejabat publik hingga Presiden berkomentar mengenai dampak negatif hoax. Maklum saja, karena konteks kebhinnekaan di Indonesia yang harus dijaga dari ancaman ketercerai-beraian.

Dalam pandangan Gereja, fenomena kemajuan teknologi informasi ini menyeruak pada zaman Paus Yohanes Paulus II. Gereja melihat alam maya sebagai “dunia baru”. Persis inilah yang dirasakan St Paulus ketika bermimpi bertemu orang-orang Macedonia yang melambai-lambaikan tangan minta tolong. Mimpi itu ditafsirkan St Paulus sebagai dorongan untuk bermisi keluar Palestina dan Asia Kecil, bergerak ke “dunia baru”, Yunani dan Eropa. Maka dari itu, Gereja pun melihat alam maya sebagai “dunia baru”, aeropagus baru zaman ini, di mana berlangsung secara nyata evangelisasi budaya baru, menghasilkan budaya baru, dan ke situlah Injil harus dipertemukan.

Dengan demikian, bukanlah alat komunikasi apa yang harus kita pakai, melainkan cara komunikasi macam apakah yang perlu kita pakai untuk mewartakan Kabar Baik. Di sinilah kita senantiasa dituntut berdiskresi, “Selalu katakanlah kebenaran, tapi tidak semua kebenaran harus selalu dikatakan.”

Redaksi

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 7 Tanggal 12 Februari 2017

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*