Artikel Terbaru

Yosepha Nadia Nicole Meinar Savitri: Katekismus di Tangan Kaum Muda

Nadia bersama Uskup Agung Manila, Kardinal Luis Antonio Gokim Tagle.
[NN/Dok. Pribadi]

HIDUPKATOLIK.comKatekismus anak muda harus dikemas dengan bahasa anak muda. Nadia melalui YOUCAT berusaha menjadikan Katekismus kontekstual bagi orang muda Katolik.

Gambar Paus Fransiskus muncul di layar besar di Salmoe Shrine, sebuah situs ziarah di Daejeon, Korea Selatan. Sontak ribuan orang muda Katolik yang sudah menunggu, riuh memekikkan “Papa Francesco”.

Di sebelah kiri panggung, 12 pemain musik asal Indonesia siap menyambut Bapa Suci, salah satunya Yosepha Nadia Nicole Meinar Savitri. Di antara gemuruh teriakan “Francesco…! Francesco…!” Nadia tak berkedip menatap Bapa Suci di layar besar.

Paus terus bergerak mendekati panggung. Nadia mengarahkan pandangannya langsung kepada Paus. Dalam hati Nadia bertanya, “Akankah Papa melihat kami? Akankah Papa tersenyum kepada kami?” Tetiba Nadia histeris. Ia berteriak nyaring, “Papa Fransesco…! Papa…!” Paus Fransiskus menoleh. Ia memberi isyarat; Nadia dan pemusik asal Indonesia boleh datang kepadanya.

Lima Detik
Sekitar tiga meter dari Paus Fransiskus, Nadia dan seorang kawannya ditahan oleh pengawal. Namun Paus Fransiskus mengayunkan tangannya seperti isyarat “Biarkanlah…”. Pengawal itu pun mempersilakan.

Nadia berlari. Ia berlutut dan mencium tangan Bapa Suci. Saat menengadah ke atas, Nadia melihat Paus tersenyum kepadanya. Hanya lima detik ia di hadapan Sri Paus. Nadia kembali ke tempat duduk. Air mata mengalir deras dari kelopak matanya. “Saat sedang terharu begitu, sang pengawal yang sempat menghentikan kami tiba-tiba datang dan memberikan sebuah Rosario.”

Momen ini, kata Nadia, membekas kekal dalam ingatannya. Apalagi hari itu, 15 Agustus 2014, merupakan hari ulang tahun mendiang ayahnya yang ke-65. Nadia merasakan kehangatan kasih Bapa Surgawi lewat momen perjumpaan dengan Paus Fransiskus. “Semoga aku boleh membagikan kehangatan yang telah Engkau beri ini kepada saudara-saudaraku di luar sana,” doa Nadia kala itu.

Perjalanan Nadia ke Korea merupakan bagian dari pencariannya akan Tuhan. Kala studi di Australia, ia sering bertemu dengan teman-teman Katolik, berdiskusi, dan berbagi pengalaman iman. “Saya sering Misa Harian di Katedral Adelaide, Australia, tak jauh dari tempat saya tinggal, untuk berbincang dengan Tuhan.”

Pencarian Nadia akan Tuhan berawal dari saat ia menjalani pacaran beda agama. Momen itu, kata Nadia menjadi titik balik ia mendalami ajaran Gereja. Ia mempertanyakan habis-habisan tentang iman dan keputusan yang ia pilih. Pada 2013, setiap Kamis, Nadia harus pergi dari Blitar ke Surabaya, Jawa Timur, untuk mengikuti kursus Kitab Suci “Dei Verbum” dan “Canisius Cathecism Club” (CCC), sebuah klub diskusi Katekismus yang membahas topik yang ngetren di kalangan anak muda, “Di situ kami harus membaca banyak sumber; salah satunya adalah YOUCAT.”

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*