Artikel Terbaru

Melayani Tak Kenal Gengsi

Semangat Muda: T.A Dwiadji Kristianto saat menjadi dirigen Padus Stasi St Vincentius Gunung Putri, Keuskupan Bogor.
[NN/Dok.Pribadi]
Melayani Tak Kenal Gengsi
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Zaman gini melayani? Masih ada loh anak muda yang gencar melayani di Gereja. Mereka tak gengsi karena semua itu mereka persembahkan demi kemuliaan Tuhan.

Membaca gerak-geriknya, lelaki berambut gondrong, berkulit putih dan tinggi dengan Rosario melingkar di lehernya, terlihat sibuk. Ia berdiri di antara para pemain teater yang sedang berlatih. Sesekali ia setengah berbisik, menyemangati dan mengarahkan para pemain. Di tangannya, sebuah naskah “Mahkota Duri” yang telah ia revisi menyongsong Natal. “Ayo semangat, sebentar lagi kita pentas,” ujarnya.

Itulah secuil potret aktivitas Venantius Vladimir Ivan, akrab disapa Ivan. Ia sedang melatih Kelompok Teater Katak (Komunitas Anak Teater Kampus) di Universitas Multimedia Nusantara, Gading Serpong, Selasa 16/12.

Pilihan Realistis
Lelaki kelahiran 14 April 1983 ini tak pernah menyangka jika dirinya dapat terjun ke dunia teater, baik sebagai pemain maupun pelatih. Semua berawal pada 2001, ketika Ivan memutuskan bergabung dalam tablo Kisah Sengsara Yesus. Sejak saat itulah, teater menjadi nafas hidupnya. “Awalnya hanya coba-coba, tetapi akhirnya keterusan,” kenang Ivan.

Rupa-rupanya lelaki berperawakan tinggi ini memiliki bakat terpendam di dunia peran dan teater. Ia mampu melakoni peran Yesus dengan sempurna dan disambut pujian. Seiring waktu ia dipercaya sebagai sutradara oleh rekan-rekannya. Ivan pun mengambil kepercayaan ini.

Sejak saat itu, Ivan terus bergelut dalam jagat seni peran. Ia juga mulai melatih kelompok teater di berbagai sekolah, universitas, bahkan paroki-paroki di KAJ. Sebagai pelatih, Ivan sering didaulat menjadi sutradara dan penulis naskah drama. Ivan pernah menjadi sutradara dan penulis naskah di beberapa pementasan teater yang dimainkan di beberapa Paroki Keuskupan Agung Jakarta diantaranya Paroki St Anna Duren Sawit, Paroki St Ignatius Loyola Jalan Malang, dan beberapa paroki lain.

Kecintaannya terhadap dunia teater tak pernah membuatnya jenuh. Teater itulah hobinya. Ivan rela tak dibayar ketika melatih. Itu ia lakukan karena rasa cintanya pada teater. Saat ini, hampir tiap minggu ia selalu melatih teater minimal di tiga tempat sehingga kadang tak ada waktu untuk keluarga. “Karena sibuk, saya lupa keluarga,” ujar umat Paroki St Antonius Bidaracina, Jakarta Timur ini.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*