Artikel Terbaru

Reiner Bonifasius Rahardja: Menjalankan Bisnis dengan Satu Nafas

Semangat: Reiner Bonifasius Rahardja bersama peserta pelatihan Komunitas The Accelerator.
[NN/Dok.Pribadi]
Reiner Bonifasius Rahardja: Menjalankan Bisnis dengan Satu Nafas
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comPada usia 26 tahun, Reiner sudah mendirikan perusahaan dan menjadi saluran berkat bagi banyak orang. Di tahun 2016 ini, Reiner akan memperbanyak pelatihan entrepreneurship ke dalam Gereja terutama KAJ.

Lulus SMA, Reiner memutuskan hidup mandiri. Ia tidak menerima uang sepeser pun dari orangtua. Ia mulai menjajakan kartu kredit untuk memenuhi kebutuhan kuliah. Ia juga membuka usaha dengan berjualan cireng. Bungsu dari dua bersaudara ini memendam tekat memiliki usaha yang lebih besar. Ia mencoba belajar mempertajam keunggulan dalam bidang sales dan marketing.

Tahun 2011, Reiner mendirikan perusahaan Reitech Solusindo yang bergerak di bidang ekspor dan impor. Di usia 26 tahun, ia telah mendirikan sebuah perusahaan dengan puluhan karyawan. Pria kelahiran Jakarta, 13 Juli 1988 ini berhasil menembus total angka pendapatan seperempat triliun rupiah dari awal membuka usaha hingga kini.

Tidak itu saja, ia mendapat predikat sebagai Pendidik Ilmu Bisnis Terapan Nomor Satu di Indonesia. Ia menggugah lebih dari sejuta pemuda Indonesia untuk menjadi pengusaha. Ribuan entrepreneurs muda telah dibantunya dalam menjalankan dan memperbesar sekala bisnis.

Umat Paroki Maria Kusuma Karmel (MKK), Meruya, Jakarta Barat tersebut kini telah menjadi sosok usahawan muda inspirasional yang berdedikasi mengubah iklim kewirausahaan Indonesia menjadi lebih baik. Satu setengah tahun lalu, Reiner juga mendirikan The Accelerator – Accelerating Entrepreneurs, sebuah komunitas pendidikan entrepreneurs di Indonesia untuk usahawan di bawah umur 40 tahun.

Pendidik Pengusaha
Dalam perjalanan karirnya, Reiner selalu mengingat pesan kedua orangtuanya Boy Rahardja dan Atje Maringka untuk selalu menjadi berkat bagi banyak orang. Oleh karena itu sebagai wujud berkat untuk sesama ia bergabung ke Badan Pelayanan Keuskupan Pembaruan Karismatik Katolik (BPKPKK) Keuskupan Agung Jakarta (KAJ). Di komunitas ini, sebagai pewarta dan pengajar awam yang bertugas hampir selama 10 tahun, Reiner berpikir untuk melakukan sesuatu bagi masyarakat luas.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*