Artikel Terbaru

Leonardo – Lucyana: Menghidupi Panggilan untuk Orang Miskin

Berjuang Bersama: Leonardo Kamilius dan Lucyana Handayani Siregar bersama anggota KKI.
[NN/Dok.KKI]
Leonardo – Lucyana: Menghidupi Panggilan untuk Orang Miskin
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comKedua orang ini tergerak untuk merintis usaha mikro keuangan melalui koperasi. Mereka menghayati aktivitasnya sebagai panggilan hidup dan ingin ambil bagian untuk memberdayakan masyarakat agar memperoleh kehidupan yang lebih baik.

Leonardo Kamilius dan Lucyana Handayani Siregar merupakan dua sosok perintis berdirinya Koperasi Kasih Indonesia (KKI) di Cilincing, Jakarta Utara pada Januari 2011. Leonardo atau yang akrab disapa Leon memulai bisnis sosial ini dengan modal lima puluh juta dari tabungannya. Mereka membentuk lembaga keuangan mikro (microfinance) dengan badan hukum koperasi. Pemilihan Cilincing sebagai lokasi koperasi, menurut Leon karena daerah ini memiliki jumlah rumah tangga prasejahtera cukup tinggi di Jakarta yaitu mencapai 19.000 jiwa.

Mereka ingin memberikan diri dalam pelayanan melalui KKI. Leon mengungkapkan bahwa ia ingin mendedikasikan hidupnya untuk “Si Bos” dengan membantu mereka yang miskin. “Si Bos” yang dimaksud adalah Tuhan sendiri.

Panggilan Hidup
Leon lulus dengan predikat cum laude dari Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi, Universtitas Indonesia (UI). Ia sempat bekerja sebagai analis bisnis di perusahaan konsultan manajemen kelas dunia, McKinsey & Company. Namun hati Leon terusik ketika gempa melanda Padang, Sumatra Barat pada 2009. Ia merasa terpanggil untuk membantu korban gempa. Ia pun memutuskan cuti dari pekerjaannya dan menjadi relawan di Padang. Laki-laki kelahiran Jakarta, 28 Juli 1985 ini, merasa bahagia bisa membantu korban gempa Padang. Ia merasa puas justru di saat dalam keadaan tidak nyaman dan tidak punya uang. “Dalam keadaan itu biasanya Tuhan akan menunjukkan jalan,” ujarnya.

Sejak itu keinginan untuk membantu orang miskin terus menggebu di hati Leon. Tapi ia tidak berani untuk meninggalkan pekerjaannya. Ia bukan dari keluarga berkecukupan sehingga ia harus tetap bekerja. Hingga suatu saat Leon dipecat dari perusahaan tempatnya bekerja.

Di tengah rasa kecewa, terpukul karena diberhentikan dari pekerjaan, ada rasa syukur yang melingkupi hati Leon. Ia yakin ini adalah panggilan “Si Bos” untuk mulai membantu orang lain.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*