Artikel Terbaru

St Fransiskus Maria: Teladan Hidup Bruder Peminta-minta

Santo Fransiskus Maria dari Camporosso.
[faithsanta.com]
St Fransiskus Maria: Teladan Hidup Bruder Peminta-minta
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comIa menolak menjadi imam dan lebih memilih menjadi Bruder peminta derma. Ketika umatnya dilanda kolera, ia menawarkan diri sebagai korban.

Seorang pastor mengalami kecelakaan lalu lintas di Genoa, Italia. Ia terkapar dari kendaraannya dan mengalami cedera otak yang serius. Sangat tipis harapan untuk bertahan hidup. Para dokter menyangsikan kesembuhan pastor ini. Tetapi Uskup Agung Genoa, Italia kala itu punya keyakinan kuat bahwa karena imannya itu ia bisa sembuh. Ia mengambil relikwi Beato Fransiskus Maria dan menyentuhkannya pada kepala imam itu.

Keesokan harinya, imam itu sembuh secara ajaib. Imam yang malang itu adalah Kardinal Giuseppe Siri (†1989), Uskup Agung Emeritus Genoa, Italia. Kesaksian Kardinal Giuseppe atas mukjizat kesembuhannya memuluskan Takhta Suci mengkanonisasi Beato Fransiskus Maria pada 9 Desember 1962 oleh Paus Yohanes XXIII (1881-1961).

Anak Petani
Yohanes Pembaptis Croese demikian nama baptisnya berasal dari keluarga petani sederhana di Camporosso, Genoa, Italia. Anselmo Croese dan Maria Antonia Garza, orangtuanya adalah petani bersahaja. Mereka menanamkan semangat kerja keras kepada Yohanes.

Sejak kecil, Yohanes telah dididik dalam disiplin Katolik yang kuat.Kelahiran Camporosso, 27 Desember 1804 ini selalu mengawali dan mengakhiri semua kegiatannya dengan doa. Ia tak jemu berdoa berjam-jam di hadapan patung Bunda Maria. Semangat ini membuat Yohanes muda berkenalan dengan para saudara dina Konventual (OFMCap). Kedekatannya membuka jalan lebar baginya untuk bergabung sebagai anggota Ordo Ketiga Santo Fransiskus di Biara Konventual, Setri, Genoa, 14 Oktober 1822. Ia mengganti nama menjadi Antonius.

Ternyata Antonius tak puas dengan spiritualitas yang dialaminya di tengah saudara-saudara Fransiskan Konventual. Ia memutuskan pergi mengunjungi biara Kapusin di Voltri, Genoa Barat. Disitu ia mencurahkan segala isi hatinya kepada saudara Alexander Canepa. Lewat berbagai pencerahan dari Alexander, membuatnya diam-diam meninggalkan biara Konventual lalu mengajukan permohonan diterima sebagai postulan Kapusin. Minister Kapusin menerima kehadirannya dengan tangan terbuka.

Ia lalu menjalani masa novisiat di biara St Barnabas, Genoa dan memilih menjadi novis yang dipersiapkan bukan menjadi klerus tetapi bruder. Keputusannya ini sempat membuat Minister tak percaya. Akan tetapi ia tetap bersikukuh menjadi bruder yang menghayati semangat Bapa Pendiri, St Fransiskus Asisi. Ia pun mengganti nama menjadi Fransiskus Maria.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*