Artikel Terbaru

Hidupi Roh Mewarta, Serukan Kabar Sukacita

Taman Komunikasi (Takom) Pusat di Deresan, Yogyakarta, yang menjadi ciri khas kehadiran Kanisius.
[HIDUP/R.B.E. Agung Nugroho]
Hidupi Roh Mewarta, Serukan Kabar Sukacita
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comHUT 95 tahun menjadi ajang refl eksi peziarahan karya pewartaan. Roh yang selama ini dihidupi adalah Roh pewartaan Kabar Sukacita. Harapannya, ia tampil sebagai laskar literasi.

Lebih dari 57 persen lahan kantor adalah ruang terbuka hijau. Ada 15 sumur resapan berkapasitas 590-an meter kubik tersebar di sana-sini. Pepohonan hijau berumur puluhan tahun memancing mata mengamati. Hamparan rumput taman hijau terasa menambah kesegaran kala teriknya siang menyeruduk.

Tampak bangunan-bangunan tua berjajar. Di dalamnya, banyak orang sibuk dengan pekerjaannya. Sebagian berhadapan dengan mesin-mesin cetak dan gunungan buku; sebagian lain berkreasi dengan komputer; ada yang menghitung keluar masuknya uang, hingga menghadirkan senyuman bersahabat saat menyambut tamu.

Itulah sisi lain dari PT Kanisius, Yogyakarta. Selain dikenal sebagai penerbit dan percetakan senior, mereka berkomitmen membangun kesadaran untuk menjaga keutuhan ciptaan sejak 1980-an. “Kami adalah bagian dari masyarakat sekitar. Maka, kehadiran Kanisius harus dapat menyumbang lingkungan fisik yang baik,” ujar Kepala Humas PT Kanisius, F.X. Warindrayana.

PROPER Biru
“Kantor hijau” itu menjadi model pewartaan tersendiri di tengah maraknya kecenderungan eksploitasi alam dan perusakan lingkungan. Inilah wujud konkret pengamalan Laudato Si’ yang diserukan Paus Fransiskus.

Tahun 1995, Kanisius membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dengan sistem pengelolaan 3R (reuse, reduce, recycle). Baik limbah air, minyak maupun limbah terkontaminasi Bahan Beracun dan Berbahaya (B3) dikelola agar tak mencemari lingkungan. Air limbah hasil pengolahan IPAL ini digunakan lagi untuk aktivitas produksi. Sementara limbah B3 didistribusikan ke pengelolaan akhir sesuai regulasi pemerintah.

Kanisius juga setia melaporkan pengelolaan lingkungan triwulanan serta Upaya Pengelolaan Lingkungan-Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL) periode semesteran. Lingkungan pun diuji kelayakannya, seperti air sumur, iklim kerja, kebisingan dan getaran, bau dan kadar debu, serta air limbah. Bahkan ada kebijakan tak menggunakan genset agar tidak menimbulkan emisi.

Alhasil usaha mencintai lingkungan itu diapresiasi pemerintah–dalam hal ini, Kementerian Lingkungan Hidup RI. Kanisius mendapat penghargaan PROPER (Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup) Peringkat Biru selama tiga tahun berturut-turut sejak 2014. Di Yogyakarta saat ini, hanya Kanisius–satu satunya industri percetakan– yang mendapat peringkat “biru”. Peringkat “biru” menandakan bahwa 100 persen institusi itu patuh sesuai ketentuan pengelolaan lingkungan dalam operasi bisnisnya.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*