Artikel Terbaru

Kasih Tanpa Batas

Kasih Tanpa Batas
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Banyak orang, terutama orang muda merayakan Hari Kasih Sayang atau Valentine’s Day pada 14 Februari. Biasanya orang memilih untuk memberikan kartu ucapan, bunga mawar, cokelat, boneka, atau hadiah lain bagi orang yang mereka kasihi.

Di kalangan orang muda, Hari Kasih Sayang ini “identik” sebagai hari istimewa untuk “menunjukkan” kasih mereka kepada pacar, gebetan, teman dekat. Bahkan ada orang muda yang bersiap jauh hari sebelum hari itu tiba untuk “menembak” sang pujaan hati. Mereka menjadikan hari ini sebagai momen yang tepat untuk mengungkapkan perasaan sayang.

Selama ini, Hari Kasih Sayang juga kerapkali dirayakan, terutama oleh orang muda, dengan hura-hura. Jangan sampai orang muda kebablasan dalam memaknai Hari Kasih Sayang ini. Kasih sayang tak identik dengan memberikan kartu, bunga mawar, cokelat, boneka, dan hadiah lain atau melakukan pesta dan perayaan hura-hura.

Kasih sayang juga tak sebatas pada 14 Februari. Tak ada rumusan atau aturan bahwa kasih sayang itu mesti diungkapkan pada 14 Februari. Kasih sayang tak mengenal tahun, bulan, hari, jam, menit, atau detik. Kita bisa mengungkapkan dan membagikan kasih sayang kapanpun, setiap saat, kepada siapapun, dan di manapun. Kasih sayang bisa diungkapkan dan dibagikan, khususnya kepada mereka yang membutuhkan uluran kasih dari kita: mereka yang miskin, menderita, terpinggirkan, dikucilkan, dan tak tersapa.

Yesus telah memberi teladan tentang mengasihi, mencurahkan kasih tanpa batas, bahkan merelakan nyawa demi yang terkasih, kita manusia berdosa ini. Ia memberikan teladan kepada kita cara mengasihi dengan pengorbanan, tanpa mementingkan diri sendiri, serta mengasihi tanpa syarat dan tanpa batas.

Sebagai orang Kristiani, setiap dari kita dipanggil meneladan kasih Yesus. “Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya” (Yoh 15:12-13). Kita dipanggil membagikan kasih yang Ia anugerahkan dalam hidup, kepada siapapun tanpa mengenal batas; batas agama, suku, budaya, dan lain-lain. Kita juga dipanggil memberikan kasih kepada sesama, terutama mereka yang miskin, menderita, terpinggirkan. “Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain” (Yoh 15:17).

Ibu Teresa dari Kalkuta pun memberi teladan untuk mengasihi sesama, teristimewa mereka yang miskin, menderita, dan terpinggirkan. “Jangan berpikir bahwa cinta yang tulus harus luar biasa. Apa yang mesti kita lakukan adalah mengasihi tanpa lelah. Setialah dalam hal-hal kecil karena di dalamnya ada kekuatanmu,” demikian salah satu ungkapan Ibu Teresa. Ia memberi teladan untuk mengasihi dengan tulus, tak kenal lelah, dan mulai dari hal-hal sederhana yang bisa dilakukan kepada orang-orang di sekitar.

Ibu Teresa juga mengajak kita untuk menyebarkan, membagikan kasih kepada semakin banyak orang. “Sebarkan cinta ke manapun kamu pergi. Jangan pernah ada yang datang kepadamu dan pergi tanpa merasakan kebahagiaan.” Semoga kita bersama Gereja pun bisa berbagi kasih tanpa batas dan tanpa syarat kepada semakin banyak orang dan tak terbatas. Semoga kita tak menutup mata terhadap duka dan derita di sekitar, yang membutuhkan sentuhan kasih kita.

Redaksi

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 9 Tanggal 26 Februari 2017

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*