Artikel Terbaru

Liku Panjang Episkopal Mgr Liku Ada’

Mgr Johannes Liku Ada’ berdoa di Kapel.
[HIDUP/Stefanus P. Elu]
Liku Panjang Episkopal Mgr Liku Ada’
1 (20%) 1 vote

HIDUPKATOLIK.comMgr Liku Ada’ merayakan pesta perak tahbisan sebagai Uskup. Datang dari keluarga non Katolik, ia sudah menggembalakan KAMS selama 25 tahun. Topangan para romo, keluarga, dan umat jadi tiang utama pelayanannya.

Dua puluh lima tahun silam, Pastor Johannes Liku Ada’ menerima telepon dari Jakarta. Suara di telepon itu mengatakan, “Paus mau mengangkatmu menjadi Uskup Auxilier untuk Keuskupan Agung Ujung Pandang.” Suara itu datang dari Nunsiatura, rumah tinggal Nunsius Apostolik untuk Indonesia. Yang menjabat Nunsius Apostolik untuk Indonesia pada masa itu adalah Mgr Pietro Sambi, tetapi karena dia belum tiba di Indonesia, maka yang menyampaikan informasi tersebut adalah sekretarisnya.

Kala itu, Pastor Liku Ada’ baru menjadi imam dioses Keuskupan Agung Ujung Pandang sekitar 17 tahun. Ia ditahbiskan menjadi imam pada 10 Januari 1975. Mendengar kabar tersebut ia terkejut. Si penelpon berkata lagi, “Silakan dipikirkan, dengan catatan tidak boleh menolak.” Setelah beberapa hari, ia menulis surat persetujuan. Secara resmi, Pastor Liku Ada’ ditunjuk sebagai Uskup Auxilier terhitung sejak 11 Oktober 1991, dan menerima tahbisan episkopal pada 2 Februari 1992.

Sebagai Uskup Auxilier, Mgr Liku Ada’ mendukung penggembalaan umat Katolik Keuskupan Agung Ujung Pandang bersama gembala utama Mgr Franciscus van Roessel CICM. Pada 21 Mei 1994, surat pengunduran diri Mgr Van Roessel diterima Paus Yohanes Paulus II. Sesuai hukum Gereja, ketika uskup utama berhenti dengan sendirinya jabatan uskup auxilier pun selesai. Mgr Liku Ada’ berpikir bahwa jabatannya berakhir.

Selang beberapa waktu, Mgr Liku Ada’ menerima telepon lagi dari Mgr Pietro Sambi. Mgr Pietro Sambi mengatakan, “Kamu ditunjuk Paus menjadi Uskup Agung Ujung Pandang. Silakan mempertimbangkan dengan catatan tidak boleh menolak.” Mgr Liku Ada’ kembali terperangah. Ia tidak percaya bahwa situasi adem ayem pasca pengunduran diri Mgr Van Roessel berujung petir baginya. Mgr Liku Ada’ resmi diangkat Paus Yohanes Paulus II dan menduduki takhta Keuskupan Agung Ujung Pandang pada 1995. Pada 15 Maret 2000, nama Keuskupan Agung Ujung Pandang berganti nama menjadi Keuskupan Agung Makassar (KAMS).

Sangat Takut
Ditemui di ruang kerjanya di Makassar pertengahan Januari kemarin, Mgr Liku Ada’ mengisahkan pengalaman awal menjadi uskup. Kondisi Keuskupan pada masa itu belum stabil. Sebelum Mgr Van Roessel diangkat menjadi Uskup, Keuskupan ini mengalami takhta lowong antara 1981-1987. Dimasa itu Mgr Van Roessel hanya menjabat Vikaris Apostolik. Baru pada 18 Januari 1988 Mgr Van Roessel resmi menjadi Uskup.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*