Artikel Terbaru

Mimpi Bersama Gereja Makassar

Mgr Liku Ada’ bersalaman dengan Paus Fransikus.
[NN/Dok.KAMS]
Mimpi Bersama Gereja Makassar
5 (100%) 1 vote

HIDUPKATOLIK.comGereja KAMS ingin mengembangkan pastoral pelayanan yang berbasis Konsili Vatikan II. Tahun ini, Gereja KAMS genap berusia 80 tahun dan Mgr Liku Ada’ genap 25 tahun menjadi uskup.

Sudah 25 tahun, Mgr Johannes Liku Ada’ menjadi seorang uskup. Selama itu pula, Gereja Keuskupan Agung Makassar (KAMS) terus berbenah. Mgr Liku Ada’ mengakui, masa-masa awal ia menjadi uskup, KAMS seperti bayi yang baru belajar berjalan. Ketika itu Gereja KAMS baru beralih status dari Gereja misi ke Gereja mandiri. Banyak hal yang harus dibenahi, mulai dari imam hingga umat.

Awalnya, Mgr Liku Ada’ sempat ragu, apakah ia bisa menggembalakan Gereja yang diletakkan Paus Yohanes Paulus II di pundaknya? Kondisi internal Gereja waktu itu juga belum tertata dengan baik karena sebelumnya takhta lowong sekitar tujuh tahun. Uskup sebelumnya Mgr Franciscus van Roessel CICM tidak bisa menjalankan pastoral dengan maksimal karena kesehatan yang tidak mendukung. “Waktu itu Mgr van Roessel sudah berusia 70 tahun dan sudah sakit-sakitan. Saya sebagai Uskup bantu yang mengadakan kunjungan dan bertemu dengan umat, dan melapor kepadanya. Beliau yang mengambil keputusan,” ujar Mgr Liku Ada’.

Ketika Mgr Liku Ada’ akhirnya dipercaya menjadi gembala utama Gereja KAMS, banyak hal yang harus ia kerjakan. Perhatian utamanya adalah penguatan identitas tenaga imam. Imam yang bertugas di paroki adalah imam-imam dioses KAMS, sementara spiritualitas mereka sebagai imam praja belum sepenuhnya kokoh.

Identitas KAMS
Sambil menggandeng para imam untuk lekas berlari, Mgr Liku Ada’ nekat mengadakan sinode. Dalam perjalanan sejarah KAMS, baru ini Gereja KAMS mengadakan sinode. Sinode pertama KAMS diadakan pada Oktober 1999, dan sinode kedua berlangsung Mei 2012.

Sinode kedua diadakan dalam rangka 75 tahun usia Gereja KAMS. Dalam sinode kedua tersebut Gereja KAMS berusaha mempertegas identitas. Sinode berasal dari bahasa Yunani Syn-‘odos yang artinya berjalan bersama. Memaknai “jalan bersama” tersebut, Gereja KAMS menjadikan pelayanan pastoral berbasis eklesiologi Konsili Vatikan II sebagai warna perjalanan. “Dari asal kata dan di bawah arahan Bapa Uskup, kami melihat bahwa Gereja harus seiring sejalan menuju Gereja yang dimimpikan oleh beliau,” kata Sekretaris KAMS Romo Paulus Tongli.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*