Artikel Terbaru

Beata Marta Anna Wiecka DC (1874-1904): “Suster Penggoda” Setia Menghibur

Suster Marta Anna Wiecka DC
[daugters of charity.com]
Beata Marta Anna Wiecka DC (1874-1904): “Suster Penggoda” Setia Menghibur
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comIa menjalani panggilan dengan sukacita, meski menghadapi berbagai pergolakan batin. Ia adalah seorang suster yang mendedikasikan hidup untuk melayani orang sakit.

Rumah Sakit Lviv yang terletak di perbatasan Polandia dan Ukraina heboh. Seorang suster diisukan hamil karena punya affair dengan seorang pemuda yang dirawat di rumah sakit tersebut. Isu perselingkuhan itu membuat hati sang suster sakit. Saban malam ia menangis kalau membayangkan kembali terpaan fitnah yang dialamatkan kepadanya.  Orang-orang mencap dia sebagai “suster penggoda”.

Dalam situasi itu, suster muda ini terus mengarahkan hati pada Tuhan. Ia bertaruh, semua bisik-bisik itu tidak benar. Ia tetap menjalani tugasnya sebagai perawat orang sakit di rumah sakit dengan ikhlas. Semua cemoohan itu tak membuat harapannya ciut. Beberapa bulan kemudian, tak ada tanda-tanda kehamilan yang dialami suster tersebut. Warga Lviv sadar mereka sudah melakukan kesalahan. Mereka datang dan minta maaf kepada si suster.

Kisah ini menjadi salah satu duri dalam perjalanan panggilan Suster Marta Anna Wiecka DC. Hidupnya sangat singkat, namun karya pelayanannya terus dikenang. Ia mendedikasikan seluruh hidup untuk melayani para pasien rumah sakit.

Selalu Diuji
Keluarga Wiecka tergolong kelas menengah. Tak ada yang luar biasa dari keluarga Wiecka. Di sebuah kota kecil di wilayah Skarszewy, Polandia, orangtua Marta hidup sebagai pembantu rumah tangga. Marta lahir di Nowy Wiec, Skarszwey, Polandia, 12 Januari 1874. Sedari kecil, Marta sudah terbiasa hidup mandiri. Di mata kedua orangtuanya, anak ketiga dari tiga belas bersaudara ini adalah anak penurut.

Selain itu, Marta juga belajar mencintai Tuhan dari ayah dan ibunya. Ia rela berjalan kaki 12 kilometer dari rumahnya ke Gereja Skarszewy untuk mengikuti Misa. Ia selalu menunjukkan kesalehan hidup lebih-lebih ketika diminta untuk memimpin doa dalam keluarga. Saudara-saudarinya kerap mengeluh ketika giliran Marta memimpin doa makan, karena sangat panjang. Karena itu, Marta dilompati untuk urusan memimpin doa makan. Meski begitu, Marta selalu berdoa secara diam-diam dalam hatinya.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*