Artikel Terbaru

Sukacita Natal Tak Pernah Pudar

Sukacita Natal Tak Pernah Pudar
Mohon Beri Bintang

Kandang Tanpa Pintu
Sementara Kepala Paroki St. Bernadet, Ciledug, Tangerang, Banten, Romo Lamma Sihombing CICM merefleksikan, Natal menjadi saat merasakan kehadiran Kristus dalam kesederhanaan. Romo Lamma bersyukur dengan situasi sekarang karena keterlibatan umat sangat terlihat, meski banyak intervensi dari berbagai kalangan perihal pembangunan gereja. “Mereka memberi perhatian agar Gereja Paroki bisa bertumbuh menjadi lebih baik,” kisahnya.

Seperti Yesus lahir di kandang, Gereja Paroki St Bernadet juga seperti kandang tanpa pintu, dinding, tidak ada lampu maupun hiasan ornamen Natal. Umat seolah menjadi Maria dan Yusuf yang ditolak ketika hendak mencari tempat untuk kelahiran Yesus. Ini menandakan kehadiran Gereja belum siap diterima sebagian orang atau kelompok tertentu. “Ini lah makna Natal bagi umat paroki St Bernadet Ciledug,” tegasnya.

Senada dengan Romo Lamma, Kepala Paroki St Mikhael Tumba Jae, Keuskupan Sibolga, Romo Alfons Pandiangan OFMCap merefleksikan, umat seharusnya tidak bersedih hati berhadapan dengan situasi ini. Peristiwa ini tak hanya di alami umat Katolik di Nusantara. Jauh sebelumnya, Maria dan Yusuf telah mengalami. Dengan bersusah payah, mereka mencari tempat bagi Maria untuk melahirkan Yesus. Namun yang ada hanyalah kandang domba.

Romo Alfons mengajak umat merefleksikan perjuangan Maria dan Yusuf. Atas pengalaman orangtua Yesus, umat Paroki St Mikhael diajak me lihat perayaan Natal tanpa gereja sebagai peziarahan Maria dan Yusuf. Apapun situasinya, Yesus tetap lahir dan para gembala bersukacita. “Umat harus bersukacita ketika melihat Yesus yang dirayakan dalam perayaan Natal sebagai penyelamat dunia. Dia datang membawa damai bagi manusia,” ujarnya.

Melihat fenomena umat merayakan Natal di bawah tenda, Romo Kepala Paroki Ratu Rosari Jagakarsa, F.X. Sutarno MSF mengatakan, seharusnya umat tidak memandang gereja secara fisik sebagai syarat memasuki Natal. Sebab yang paling penting adalah bagaimana hati terbuka menerima Dia yang akan lahir. Natal adalah bentuk solidaritas Allah kepada manusia atau peristiwa inkarnasi di mana Allah hadir bersama dengan manusia. Meski kadang inkarnasi Allah ini kian hari kian punah dengan berbagai usaha pencekalan terhadap pembangunan gereja.

Romo Sutarno terus menasihati umatnya agar selalu bersikap dewasa dalam iman, guyup dalam persaudaraan, serta kian berkobar dalam memberi kesaksian. “Artinya, umat diharapkan seperti air yang mengalir terus menerus, tapi jangan sampai hanyut terbawa keadaan sekaligus tidak menjadi asing di tengah perkampungan Setu Babakan di Jakarta Selatan yang didiami suku Sunda, tetapi terus terbuka menjadi tanda kehadiran Kristus,” katanya.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*