Artikel Terbaru

Sysilia Tanhati: Ke Kalkuta, Belajar dan Berbagi Kasih

Sysilia Tanhati: Ke Kalkuta, Belajar dan Berbagi Kasih
Mohon Beri Bintang

“Kajol selalu menanyakan jika saya tak datang. Saya berat memberitahu kepadanya akan kembali ke rumah. Saat memberitahu, ia terdiam dan memandang saya. Lalu dengan suara lirih ia bertanya, ‘Mengapa saya harus kembali? Apakah saya tidak akan kembali lagi?’ Mengingat pertanyaan itu saya jadi sedih. Saya selalu teringat Kajol hingga kini,” ungkapnya.

Pengalaman di Kalkuta mengajarkan Sysilia untuk mensyukuri hidupnya. Ia sadar, Tuhan menciptakan setiap manusia istimewa. Kelebihan dan kekurangan adalah kodrat dasar manusia. Oleh karena itu, ia selalu menanamkan kesadaran dalam dirinya agar menghargai diri sendiri dan orang lain.

Sysilia menemukan beragam kasih sayang dari pasien, relawan, dan para suster. Seiring waktu, teranyam benang-benang persahabatan dengan penghuni rumah penampungan. Ia bahagia berkesempatan membuat penghuni rumah penampungan itu tersenyum. Bunda Theresa pernah mengatakan, “Lakukan hal yang kecil namun dengan cinta yang besar”. Kebahagiaan memberi kasih itulah yang membuatnya betah berada di rumah penampungan.

“Saya bertemu banyak suster dan relawan. Kini banyak teman yang saya peroleh selama di Kalkuta. Mereka tidak pernah memaksa saya untuk berdoa. Mereka memberitahu apa yang harus saya lakukan. Mereka memberi contoh lewat tindakan konkret bagaimana menjadi pribadi yang lebih baik,” kata putri pasangan Yohanes Tanhati dan Angela itu.

Justru Dibantu
Sysilia merasa bahagia bisa berada di Kalkuta dan melayani sesama. Ia mengakui, sebetulnya bukanlah dirinya yang membantu para penghuni di tiga rumah penampungan itu, melainkan justru merekalah yang telah banyak membantu dirinya. Pengalaman selama hampir dua bulan di sana, lanjut Sysilia, menyadarkannya untuk lebih menghargai anugerah Tuhan dalam dirinya.

Seolah-olah Sysilia juga diingatkan untuk meluangkan waktu bagi keluarga dan teman-teman, serta bersyukur untuk segala sesuatu yang diberikan Tuhan kepada dirinya. “Selama ini, saya condong meminta kepada-Nya, ketimbang bersyukur atas apa yang sudah ada,” imbuh umat Paroki Maria Bunda Segala Bangsa, Kota Wisata, Cibubur, ini.

Sepulang dari Kalkuta, Sysilia bertekad untuk menjalankan amanah Beata Teresa, “Kalkuta ada di mana-mana, bukan hanya di India”. Karena itu, ia juga mau berbuat di tempatnya berada seperti yang pernah dilakukan sewaktu di Kalkuta.

Ivonne Suryanto

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 52 Tanggal 27 Desember 2015

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*