Artikel Terbaru

Tradisi Natal dari Negeri ke Negeri

Posadas: Umat kristiani Meksiko melakukan tradisi Posadas (Yosef dan Maria mencari penginapan) menjelang perayaan Natal.
[latinlife.com]
Tradisi Natal dari Negeri ke Negeri
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Umat kristiani di dunia merayakan Natal dalam beragam perayaan. Tradisi itu menjadi perayaan syukur atas kelahiran Yesus Kristus, Sang Juru Selamat.

Seorang perempuan mengenakan kerudung duduk di atas punggung seekor keledai. Sementara seorang laki-laki memakai sombrero menuntun keledai itu. Mereka menyusuri jalan untuk mencari penginapan. Perempuan dan laki-laki ini adalah Maria dan Yosef yang diperankan umat di Meksiko dalam tradisi Las Posadas atau Posada.Tradisi ini berasal dari Spanyol yang mengisahkan perjalanan Maria dan Yosef mencari penginapan di Bethlehem. Di belakang Maria dan Yosef tampak anak-anak berpakaian putih dan sayap putih membawa lentera.

Di Meksiko, Natal dirayakan sejak 12 Desember sampai 6 Januari. Tradisi Posada dirayakan sore hari, sembilan hari menjelang Natal, dimulai 16 hingga 24 Desember. Posada merupakan bahasa Spanyol, berarti “penginapan”. Rumah yang menjadi Posada sudah ditentukan sebelumnya. Dalam tradisi ini ada tiga rumah yang menjadi Posada setiap sore. Di depan rumah yang menjadi Posada biasanya dihiasi dengan lentera kertas berwarna-warni.

Ketika arak-arakan berlangsung pemeran Maria dan Yosef akan berjalan mencari penginapan, anak-anak dan juga orang dewasa berkumpul di pinggir jalan sambil memegang lilin menyala di tangan mereka. Kadang tokoh Maria dan Yosef diperankan oleh anak-anak.

Maria dan Yosef mendatangi pintu rumah sambil bernyanyi, “Adakah tempat bagi kami?” Kemudian orang-orang di dalam rumah akan menjawab sambil bernyanyi pula, “Pergilah! Tak ada tempat bagi kalian.” Arak-arakan Maria dan Yosef ini lalu pergi menuju rumah berikutnya. Kembali mereka mengalami penolakan dan tidak mendapat tempat untuk berteduh.

Hingga pada rumah ketiga, pemilik Posada menyambut Maria dan Yosef sambil bernyanyi, “Mari masuk, peziarah kudus. Masuklah ke dalam tempat tinggal kami yang sederhana dan ke dalam hati kami. Malam ini sungguh membahagiakan, karena di sini, di bawah atap rumah kami, bernaung Bunda Allah.” Setelah itu, semua orang masuk ke dalam rumah. Mereka berdoa, mengucap syukur dan makan bersama. Selain itu, mereka juga bermain Piñata. Piñata ini berupa boneka tanah liat yang digantung di langit-langit rumah. Piñata dihiasi dengan kertas berwarna-warni dan dibentuk seperti bintang. Anak-anak atau orang dewasa akan berusaha untuk memecahkan boneka ini. Ketika boneka itu pecah, orang-orang yang memecahkannya akan dihujani permen dan hadiah Natal.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*