Artikel Terbaru

Paulus Pangka: Tunjukkan Prestasi yang Menginspirasi Dunia

Paulus Pangka
[Decky]
Paulus Pangka: Tunjukkan Prestasi yang Menginspirasi Dunia
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Lembaga ini memberitakan prestasi anak bangsa yang menginspirasi dunia. Dalam kenyataannya Indonesia bertaburan prestasi kelas dunia dan Gereja menjadi salah satu penyumbangnya.

Masih ingat peristiwa peresmian Patung Maria Asumpta di Gua Maria Kerep Ambarawa, Jawa Tengah, 15 Agustus 2015? Patung setinggi 42 meter ini mengalahkan patung serupa di Bulgaria yang hanya 32 meter. Oleh karena itu Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia (Leprid), mencatat prestasi anak bangsa ini sebagai patung Maria tertinggi di dunia. Penghargaan diserahkan Leprid kepada Uskup Agung Semarang Mgr Johannes Puja Sumarta, pada 15 Agustus 2015.

Patung Bunda Maria Diangkat ke Surga karya RA Nugroho dan dua saudaranya ini hanyalah salah satu prestasi anak bangsa yang dicatat Leprid. Sejak diresmikan oleh Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto pada 29 Desember 2014 di pesawat Citilink penerbangan QG 9844 rute Jakarta-Makassar di ketinggian 37 ribu kaki, Leprid telah mencatat 112 prestasi anak bangsa yang membanggakan bangsa Indonesia di mata dunia.

Paulus Pangka adalah sosok di balik lembaga peringkat Leprid. Pria yang lahir di Anam, Manggarai, Flores, NTT, 23 Februai 1968 ini bukan orang baru di dunia pemeringkat dan pencatat prestasi anak bangsa. Paulus Pangka, sebelumnya adalah Manajer Museum Rekor Indonesia (Muri). Setelah tidak lagi berkarya di Muri sejak Juni 2015, ayah tiga anak yang tinggal di Semarang ini mendirikan dan menghidupkan Leprid.

Tercepat
Paulus Pangka adalah lulusan tercepat Fakultas Hukum Unika Soegijapranata Semarang. Ia lulus dengan predikat Summa Cumlaude pada 1994, setelah 3,5 tahun saja mengikuti kuliah. Sempat bekerja se lama dua tahun di bidang manajemen di Tangerang. Sejak 1996 ia mengurusi Muri di Semarang. Sebagai manajer ia kerap tampil di banyak event yang dicatat Muri. Sosoknya sangat dikenal masyarakat karena setiap event selalu disorot media.

Setelah hampir 20 tahun namanya lekat dengan lembaga peringkat paling populer di Indonesia ini, Paulus terobsesi dengan idealismenya. Ia ingin mengumpulkan prestasi prestasi hebat dari seluruh pelosok Indo nesia. Di Leprid ia menjabat sebagai direktur, sehingga lebih leluasa mewujudkan idealis menya. Ia menganggap apa yang dilakukannya lewat Leprid bukan pekerjaan biasa. Saya blusukan menggali potensi anak bangsa kemudian mengumumkannya ke masyarakar agar semua tahu bahwa kita memiliki orang-orang yang berprestasi,. tutur alumni Seminari Pius XII Kisol, Flores ini.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*