Artikel Terbaru

Pekerjaan Rumah Gereja Afrika

Kemiskinan Kenya: Poster Paus Fransiskus di pemukiman kumuh Kenya.
[catholicherald.com]
Pekerjaan Rumah Gereja Afrika
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Paus Fransiskus membawa spirit kegembalaan dalam kunjungan ke Afrika. Gereja harus bekerja keras menjawab beragam tantangan dalam masyarakat Afrika.

Aku datang sebagai seorang utusan yang menyampaikan kabar baik tentang Yesus Kristus dan pesan-pesan-Nya tentang perdamaian, pengampunan, dan rekonsiliasi.” Inilah penggalan kalimat pesan Paus Fransiskus kepada umat Katolik di Kenya, Uganda, dan Republik Afrika Tengah, sebelum memulai kunjungan akhir November lalu, seperti dikutip Herald (23/11). Pesan ini mengandung makna kegembalaan.

Kunjungan Paus ke Kenya, Uganda, dan Republik Afrika Tengah membawa angin segar bagi umat Katolik, terutama di kawasan Afrika Timur. Alasannya sederhana, umat Katolik di sana hidup dalam situasi yang penuh dengan pergolakan politik yang mencekam. Mereka hidup dalam pergulatan dan perjuangan untuk menghayati iman di tengah gempuran dunia sekular, serta mesti berdampingan dengan budaya lokal.

Misi budaya
Jean Marc Éla, seorang sosiolog dan teolog dari Kamerun, dalam buku My Faith As an Africanmenggambarkan, beriman sebagai seorang Afrika ibarat pengamat. Ini terjadi karena situasi masyarakat Afrika berada di antara iman dan budaya. Keduanya boleh disebut sama kuat dan sama penting. Orang Afrika harus bisa mengamati dan melihat yang terbaik dari yang baik dan kemudian memutuskan untuk menjadikan hal itu sebagai pola hidup beriman.

Contoh paling nyata adalah hidup berkeluarga. Dalam konteks Afrika pada umumnya dan terutama di Kenya, keluarga adalah hadiah terindah dari Tuhan dan suku. Maka, keluarga berarti semua yang ada dalam suku itu, termasuk mereka yang dipersatukan dalam perkawinan, baik yang sah secara hukum Gereja maupun adat.

Dalam budaya Afrika, perkawinan bukan hanya terjadi antara seorang laki-laki dan seorang perempuan, tetapi lebih dari satu atau poligami. Bagi masyarakat di luar Afrika, praktik poligami adalah bencana. Tapi bagi mereka, poligami membawa kebahagiaan tersendiri. Semakin besar dan banyak anggota keluarga menandakan bahwa keluarga tersebut diberkati leluhur dan Tuhan.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*