Artikel Terbaru

Peziarahan “Berbahaya” di Benua Hitam

Paus di Afrika: Paus menyapa orang muda Katolik di Nairobi, Kenya.
[portfolio.lesoir.be]
Peziarahan “Berbahaya” di Benua Hitam
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Perjalanan pastoral pertama Paus Fransiskus ke Tanah Afrika, ia berziarah ke wilayah yang termasuk paling berbahaya di dunia.

Karibu Papa! Karibu Papa!” Ratusan umat berteriak, saat Paus Fransiskus pertama kali menginjakkan kaki di Benua Hitam, Afrika. Kenya menjadi negara pertama yang dikunjungi Paus dalam perjalanan pastoral selama enam hari, Rabu Senin, 25-30/11. “Karibu” adalah sapaan “selamat datang” dalam bahasa Swahili, bahasa yang banyak digunakan di Kenya. Selain Kenya, Paus juga berziarah ke Uganda dan Republik Afrika Tengah.

Umat terus berteriak sembari menari-nari ketika Paus sampai di Bandara Internasional Jomo Kenyatta Nairobi, ibu kota Kenya. Ia disambut Presiden Kenya Uhuru Kenyatta dan Uskup Agung Nairobi Kardinal John Njue. Pasukan pengamanan terus mengiringi perjalanan Paus. Penjagaan ketat ini sedikit membatasi ruanggerak Paus Fransiskus saat menyapa umat.

Kunjungan pastoral Paus Fransiskus ini merupakan perjalanan pastoral ke luar Italia yang ke11 selama masa pontifikalnya. Beberapa pendahulunya juga pernah ke negara-negara yang dikunjungi Paus Fransiskus ini. Paus Paulus VI ke Uganda (1969) dan Republik Afrika Tengah (1975). Paus Yohanes Paulus II selama masa pontifikalnya bahkan mengunjungi 42 negara di Afrika, termasuk Kenya (1980, 1985, 1995) dan Uganda (1993). Selama enam hari kunjungan ke Afrika, Paus Fransiskus didampingi Sekretaris Negara Vatikan Kardinal Pietro Parolin, Kardinal Filoni, dan Kardinal Turkson, serta terdapat 75 jurnalis dan puluhan pengawal.

Ke Kangemi
Kenya adalah sebuah negara berkembang. Tingkat melek huruf penduduk Kenya menduduki peringkat keempat di seluruh Afrika. Saat ini Kenya tumbuh menjadi “raksasa ekonomi” di kawasan Afrika Timur. Ibukota Kenya, Nairobi, berkembang menjadi salah satu kota paling maju dan menjadi pusat keuangan. Tapi ironis, di kota ini terdapat sekitar 2,5 juta penduduk yang menjadi penghuni kawasan kumuh. Angka ini mewakili 60 persen populasi Nairobi.

Gereja Katolik Kenya juga memainkan peran dalam perkembangan masyarakat melalui sekolah, rumah sakit, dan pelayanan sosial yang lain. Beberapa umat juga mengambil peran di parlemen dan pemerintah, serta menjadi kaum profesional.

Di Kenya, Paus Fransiskus memiliki sejumlah agenda. Ia menjumpai komunitas antaragama dan antargereja, memimpin perayaan Ekaristi di Universitas Nairobi, bersua dengan para uskup dan biarawan-biarawati, berkunjung ke Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Nairobi, serta bergembira bersama orang muda Katolik di Stadion Kasarani Nairobi.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*