Artikel Terbaru

Geliat Ormas Katolik Sambut Pilkada

KOKAPPI menggelar edukasi politik melalui talkshow “Memilih Pemimpin Jakarta yang Adil dan Bermartabat”.
[HIDUP/Stefanus P. Elu]
Geliat Ormas Katolik Sambut Pilkada
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comOrganisasi Katolik menyambut Pilkada dengan memberikan edukasi politik kepada masyarakat. Meski secara organisasi tak menjadi partisan kubu politik tertentu, kader didorong untuk terjun dalam politik sebagai jawaban atas panggilan politik.

Jagad maya begitu riuh ketika debat pasangan calon Gubernur DKI Jakarta digelar medio Januari. Lewat layar kaca, orang menyaksikan jalannya debat putaran pertama itu dan menuangkan reaksi di media sosial. Pilkada DKI Jakarta memang menyedot perhatian seluruh Indonesia. Padahal ada 101 daerah lain akan melaksanakan Pilkada Serentak pada 15 Februari ini.

Jauh sebelum debat resmi ini, pasangan calon telah diseret ke dalam beberapa forum untuk mempresentasikan misi dan visi mereka. Misal, Komite Organisasi Katolik Peduli Pilkada (KOKAPPI) menggelar acara “Sambung Rasa Kandidat Gubernur DKI dan Masyarakat Katolik Jakarta”, Desember silam. KOKAPPI terdiri dari Ikatan Sarjana Katolik (ISKA), Pemuda Katolik, Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), dan Forum Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI).

Bukan Corong
Sekretaris Komisi Kerasulan Awam Konferensi Waligereja Indonesia (Kerawam KWI) Romo Guido Suprapto mengatakan, KOKAPPI dibentuk sebagai wadah organisasi Katolik agar bersinergi bersama menyambut Pilkada Serentak. KOKAPPI, kata Romo Prapto, memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama umat Katolik agar menempatkan Pilkada sebagai agenda yang penting dan strategis. “KOKAPPI memberikan edukasi politik sehingga Pilkada terselenggara secara bermartabat dengan partisipasi aktif masyarakat.”

KOKAPPI, lanjut Romo Prapto, tidak diberi mandat dan tidak punya kapasitas sebagai corong Gereja. KOKAPPI hanya memberikan pendidikan sosial kemasyarakatan dan politik kepada umat Katolik. “Ini sejalan dengan Seruan Pastoral KWI Menyambut Pilkada Serentak 2017, agar umat dengan cerdas dan bertanggung jawab terlibat dalam Pilkada demi terciptanya kebaikan bersama,” ujar Romo Prapto.

Ditemui di Margasiswa Menteng, Ketua Presidium PP PMKRI Angelius Wake Kako menegaskan, anggota PMKRI tidak terlibat dalam politik praktis. Keterlibatan PMKRI lebih untuk mengedukasi masyarakat, baik melalui KOKAPPI maupun melalui kegiatan di 69 cabang PMKRI seluruh Indonesia. “Cabang memberikan pendidikan politik di daerah masing-masing,” ungkapnya.

Mengedukasi masyarakat, lanjut Angelo, merupakan tugas PMKRI tanpa harus menunggu momen Pilkada. “Misal melalui Kemah Kerja Sosial di Kalimantan Barat, PMKRI membangun kesadaran tentang demokrasi, hak asasi manusia, dan kesejahteraan kepada masyarakat. Keseharian PMKRI, arahnya ke sana.”

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*