Artikel Terbaru

AKBP Leonardus Harapantua Simarmata: Kapolres Pejuang Damai

Leonardus Harapantua Simarmata.
[NN/Dok.Pribadi]
AKBP Leonardus Harapantua Simarmata: Kapolres Pejuang Damai
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comCita-citanya menjadi polisi tak surut meski ia gagal tes dua kali. Kini, ia menjadi perwira polisi yang memperjuangkan kedamaian di tengah masyarakat.

Medio Februari 2017, Indonesia menyelenggarakan Pilkada serentak. Tak ayal, suasana menjelang Pilkada kerap diwarnai benturan dalam masyarakat. Kapolres Batu, Jawa Timur, AKBP Leonardus Harapantua Simarmata memprakarsai Deklarasi Damai antara pasangan calon wali kota Batu yang akan maju bertarung dan semua elemen masyarakat. Acara bertajuk “Siap terpilih dan siap tidak terpilih” itu dihadiri Ketua Dewan Penyelenggara Pemilu, Jimly Asshiddique. “Terminologi kali ini berbeda dengan biasanya. Dulu, slogannya adalah ‘Siap menang, siap kalah’, sedangkan kali ini adalah ‘Siap terpilih dan siap tidak terpilih’,” tutur Leo.

Jimly Asshiddiqie mengapresiasi langkah Polres Batu yang berinisiatif untuk menggelar deklarasi damai bagi pasangan calon itu. Polisi, lanjut Jimly, biasanya datang saat ada pelanggaran atau masalah terjadi. Tetapi kali ini, Polres Batu memilih untuk melakukan langkah antisipasi. Menurut Jimly, deklarasi damai yang digagas Kapolres Batu ini akan menjadi role model deklarasi damai untuk pemilihan umum di seluruh Indonesia.

Sebagai Kapolres, Leo memikul tanggungjawab untuk tetap menciptakan suasana kondusif selama rangkaian Pilkada. “Kami akan berpatroli keliling di semua wilayah Batu dengan semua kekuatan yang telah disiapkan,” ujarnya. Leo dan jajarannya juga sudah membentuk cyber troops untuk memantau kampanye di media sosial. Ia berharap, tak ada “kampanye hitam” yang dilakukan calon wali kota.

Pantang Menyerah
Keinginan Leo untuk menjadi polisi tumbuh sejak kecil. Suatu hari, saat masih duduk di bangku SD, Leo menonton pelantikan para taruna Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) menjadi perwira remaja ABRI di Istana Negara. Presiden Soeharto menyematkan tanda pangkat kepada perwira lulusan terbaik dari empat unsur ABRI, yakni Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, dan Kepolisian. “Saya melihat para perwira itu gagah-gagah. Barisnya rapi-rapi,” kenang Leo. Sejak itu, di dalam hati Leo tertambat keinginan untuk menjadi seorang taruna Akabri.

Setamat SMA Kolese Kanisius Jakarta tahun 1992, Leo mendaftarkan diri ke Akabri. Namun, usaha perdananya gagal. Leo akhirnya memutuskan untuk kuliah di Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Unika Atma Jaya Jakarta.

Cita-citanya menjadi taruna Akabri tak juga surut walau ia sudah kuliah di Unika Atma Jaya. Tahun 1993, ia mendaftar untuk kali kedua. Sayang, ia kembali tak lolos proses seleksi. Ia pun kembali berkonsentrasi pada kuliahnya di jurusan Akuntansi sambil mempersiapkan tes masuk Akabri pada tahun berikutnya.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*