Artikel Terbaru

Rumah Belajar Remaja Berkebutuhan Khusus: Rumah Bersama Tunagrahita

Anak-anak tunagrahita membuat kue.
[NN/Dok.Pribadi]

HIDUPKATOLIK.comTuhan menitipkan anak berkebutuhan khusus pada sebuah keluarga bukan tanpa alasan. Tak banyak orangtua yang sadar bahwa mereka dianggap mampu oleh Tuhan.

Siang hari dua pekan lalu, sepuluh orang duduk mengelilingi meja lipat abu-abu. Lima di antaranya anak tunagrahita dengan kaos berwarna biru gelap. Sedangkan lima orang lain adalah orangtua anak-anak itu.

Mereka berkumpul di ruangan berukuran 4×6 meter di dalam sebuah rumah di kompleks Metro Permata 1, Karang Tengah, Tangerang. Orang mengenal rumah itu sebagai Rumah Belajar Remaja Berkebutuhan Khusus. Di ruangan ini anak tunagrahita asyik memasukkan manik-manik Rosario ke dalam benang. Rosario itu pesanan dari seorang pembeli.

Adalah Made Wetane yang pada awalnya mencetuskan ide untuk mendirikan Rumah Belajar Remaja Berkebutuhan Khusus ini. Ia mengatakan, untuk dapat melihat mereka berkumpul dan mampu memasukkan manik-manik ke dalam benang dibutuhkan waktu yang tak sebentar. “Mereka harus didampingi. Orangtua harus memberikan contoh yang sama terus-menerus karena tingkat kecerdasan mereka jauh di bawah anak normal,” kata Made.

Rumah Bersama
Suatu ketika segudang pertanyaan berseliweran di kepala Made. Pertanyaan-pertanyaan itu terkait masa depan anak-anak tunagrahita. Apa yang bisa mereka lakukan setelah selesai pendidikan di Sekolah Luar Biasa? Adakah perusahaan yang mau memakai jasa mereka? Bagaimana cara supaya mereka bisa hidup mandiri? Made yang putra sulungnya juga merupakan penyandang tunagrahita lalu memeras otak, memikirkan solusi atas pertanyaan-pertanyaan itu.

Made yakin, ia harus mendirikan sebuah rumah bersama. Dalam benaknya rumah ini akan menjadi tempat anak-anak tunagrahita digembleng. Pada 4 Agustus 2014, Made memberanikan diri mengontrak sebuah rumah. Ia juga mengontak beberapa orangtua lain yang sama-sama mempunyai buah hati penyandang tunagrahita. Alhasil, Made menemukan lima anak sebagai anggota komunitas perdana Rumah Belajar Remaja Berkebutuhan Khusus.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*