Artikel Terbaru

Melukis Kerahiman Gereja

Melukis Kerahiman Gereja
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Paus Yohanes XXIII mengundang konsili pada 25 Januari 1959. Pesta Natal tahun 1961 menandai promulgasi Konstitusi Apostolik Humanae Salutis. Secara resmi, 11 Oktober 1962, Konsili Vatikan II dibuka. Angin perubahan menelusup kehidupan Gereja. Pintu dan jendela Gereja dibuka. Kesadaran ada-bersama Gereja dengan umat manusia di dunia pun bersemi.

Yohanes XXIII wafat kala kesadaran ada-ber- sama Gereja itu sedang digodok dalam Konsili, 3 Juni 1963. Tampuk kepemimpinan Gereja Roma beralih ke tangan Paus Paulus VI. Pada 29 September 1963, Konsili dilanjutkan. Hingga Konsili resmi ditutup, 8 Desember 1965, dihasilkan empat konstitusi, sembilan dekrit, dan tiga pernyataan.

Kesadaran ada-bersama Gereja dalam dunia terus dibangun dalam peziarahan bersama Paulus VI dan para penerusnya. Momen 50 tahun silam kala Gereja menentukan arah dan sikapnya kini ditandai dengan permulaan Tahun Yubileum Kerahiman Ilahi, 8 Desember 2015. Paus Fransiskus mengajak Gereja merefleksikan kasih Allah yang Maha Pengampun, lagi Penyayang. Kala Gereja gencar melakukan reformasi internal, semangat kasih dengan saling mengampuni dan menyayangi didudukkan sebagai prioritas apalagi fokus pastoral pada keluarga Kristiani juga terus digemakan.

Semangat kerahiman dalam koridor reformasi Gereja itu digaungkan Paus agar merasuki keluarga, lingkungan basis gerejawi, paroki, keuskupan, bahkan di level kepausan sekalipun. Kala Allah sudah menunjukkan kerahiman-Nya, tiba saatnya kerahiman itu dibagikan kepada sesama. Semangat itu bisa dijelmakan dalam pengalaman nilai-nilai luhur dalam konteks hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Maka, Gereja Katolik di Indonesia seyogyanya mengedepankan Pancasila dalam membumikan semangat kerahiman pun dalam koridor reformasi Gereja.

Harapannya, hingga Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam, 20 November 2016, kita sebagai Gereja mengedepankan semangat kerahiman, dengan rendah hati meminta ampun dan memberi ampunan.

Redaksi

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 48 Tanggal 29 November 2015

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*