Artikel Terbaru

Cara Jakarta Merayakan Kerahiman Allah

Pastor Hieronymus Sridanto Aribowo.
[HIDUP/A. Aditya Mahendra]
Cara Jakarta Merayakan Kerahiman Allah
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Gereja Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) menyiapkan perayaan Tahun Yubileum Kerahiman Ilahi dengan berbagai program. Hal itu diungkapkan Ketua Komisi Liturgi Keuskupan Agung Jakarta (Komlit KAJ) Romo HieronymusSridanto Aribowo dalam wawancara dengan HIDUP di ruang kerjanya, Gedung Karya Pastoral KAJ,Rabu, 18/11.

Menurut Romo Sridanto, persiapan KAJ dalam perayaan ini dilakukan pada Oktober lalu. Komlit KAJ ditunjuk menjadi koordinator perayaan Yubileum Kerahiman Ilahi ini. Mereka kemudian membuat tema yang khas untuk KAJ yaitu Tahun Yubileum Kerahiman Allah. “Perayaan ini bukan hanya gerakan devosi Kerahiman Ilahi. Maka untuk membedakannya, judul tahun yubileum adalah ‘Kerahiman Allah’. Jika diangkat Kerahiman Ilahi,dikhawatirkan orang hanya terbayang pada devosi Kerahiman Ilahi St Faustina. Padahal bukan itu yang dimaksud. Perayaan ini lebih luas, kerahiman Allah,” ujarnya.

Komlit KAJ akan menggerakkan komisi, dekanat, dan paroki-paroki. Sebagai panduan, mereka juga membuat bahan-bahan yang digunakan di paroki-paroki maupun di dekanat. Selain itu mereka juga menyiapkan logo sebagai penanda yang akan dipasang di gereja-gereja paroki, kapel, tempat ziarah, dan di gereja Katedral Jakarta sebagai ganti simbol pintu suci. Dalam logo itu, ditampilkan dua simbol, pertama, logo yang diadaptasi dari logo Yubileum Kerahiman Ilahi Gereja Universal dan lukisan “The Prodigal Son” atau “bertobatnya si anak bungsu” karya pelukis Rembrandt. Di dekat logo itu terdapat tulisan “Kerahiman Allah Memerdekakan, Amalkan Pancasila”. Tulisan “Amalkan Pancasila” dimasukkan sebagai penandatema Arah Dasar (ARDAS) KAJ-2016- 2020 yang akan dilaksanakan KAJ.

Sepanjang tahun perayaan, KAJ akan membuat tiga gerakan: pertama, “Momen 24 jam untuk Tuhan”. Gerakan ini sesuai anjuran Bapa Suci dengan tujuan untuk mendorong per tobatan. Saat itu akan diadakan pelayanan Sakramen Tobat di luar Masa Prapaskah dan Adven yang diadakan pada 4-5 Maret 2016. “Khusus di KAJ pelayanan ini tidak hanya diadakan pada dua hari itu saja. Para pastor sudah siap berkomitmen untuk melayani Sakramen Tobat selama 24 jam dalam satu tahun penuh,” ujar Romo Sridanto.

Yang kedua, “Gerakan adorasi, rekoleksi, novena dan amal kasih”. Dalam kegiatan itu umat didorong untuk mengikuti adorasi pada Misa Jumat Pertama. Umat juga diajak untuk mengikuti rekoleksi selama sembilan kali berturut-turut pada Sabtu pertama bertema “Mengalami Belas Kasih Allah yang Maha Rahim”. Selanjutnya, umat diminta ikut Misa Sabtu sore pekan pertama dengan tema-tema khusus. Selama tahun yubileum umat didorong untuk beramal kasih sebagai buah dari olah rohani pada hari Minggu. Tindakan amal ini dapat dilakukan secara pribadi, keluarga ataupun komunitas.

Ketiga, “Gerakan Ziarah ke sembilan gereja di KAJ”. Gerakan ini akan mendorong umat untuk berziarah minimum ke sembilan gereja. Semua gereja paroki dapat menjadi tempat ziarah. Umat dipersilakan memilih sendiri sembilan gereja yang akan dikunjungi dengan catatan salah satunya adalah Gereja Katedral Jakarta. Selain gereja, umat juga diperbolehkan berziarah ke tempat-tempat ziarah lain dan kapel-kapel di KAJ.

Harapannya, umat terdorong untuk hidup dalam semangat rekonsiliasi dan pertobatan. Lebih jauh umat dapat memperbaiki cara hidup yang tidak selaras dengan spiritualitas inkarnasi Yesus Kristus yaitu semangat gembala baik yang murah hati. “Semoga umat dapat meningkatkan hidup doa, laku tapa dan amal kasih sehingga nilainilai luhur Pancasila atau Ajaran Sosial Gereja dapat diamalkan,” kata Romo Sridanto.

A. Nendro Saputro
Laporan: A. Aditya Mahendra

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 48 Tanggal 29 November 2015

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*