Artikel Terbaru

Tahun belas kasih dan pengampunan Allah

Siap menyambut: Paus Fransiskus berdoa di depan Pintu Suci Basilika St Petrus, Vatikan, 11 April 2015.
[im.va]
Tahun belas kasih dan pengampunan Allah
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Umat berusaha untuk menghayati kerahiman ilahi. Penghayatan ini membuat mereka merasa bahwa Tuhan mencintai manusia tanpa batas.

Paus Fransiskus menetapkan Tahun Yubileum Kerahiman Ilahi mulai 8 Desember 2015, Hari Raya Maria Dikandung Tanpa Noda sampai dengan 20 November 2016, Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam. Tahun Yubileum Kerahiman Ilahi dibuka dengan ditandai pembukaan pintu Basilika St Petrus di Vatikan pada 8 Desember.

Peringatan ini ditetapkan Bapa Suci dengan bulla (maklumat) Misericordia Vultus yang dikeluarkan 11 April lalu. Melalui bulla itu, Paus mengajak umat untuk merenungkan kerahiman Allah sebagai sumber sukacita, ketentraman dan kedamaian dalam hidup. Kerahiman adalah hukum utama di dalam hati setiap orang, ketika ia melihat saudara yang dijumpainya dengan tulus. Kerahiman adalah jalan yang mempersatukan Allah dan manusia.

Berusaha Menghidupi
Selama ini banyak umat baik pribadi maupun kelompok telah berusaha menghayati kerahiman ilahi dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya pasangan suami istri Estherina Arianti Djaja-Henricus Haryanto Tjenderasa. Keduanya juga menjadi pendiri komunitas Lumen Cristi. Awalnya Estherina tidak tertarik dengan devosi kerahiman ilahi. Ketika perempuan kelahiran Bandung, Jawa Barat, 4 April 1956 ini mendapat oleh-oleh gambar kerahiman ilahi, ia menggulung gambar itu dan menyimpannya di gudang.

Perkenalan Estherina dengan kerahiman ilahi baru muncul ketika ia dan suaminya mengikuti Kursus Pendidikan Kitab Suci (KPKS) St Paulus. Dari situ Esthe – rina dan sang suami mulai mengenal dan tertarik kerahiman ilahi. Hingga mereka dan teman yang lain mendirikan komunitas Laskar Kristus pada 1998. Komunitas ini lalu berganti nama menjadi Lumen Christi. Mereka berdevosi kepada kerahiman ilahi sejak 2003. Lewat komu nitas ini, Estherina dan Haryanto ber usaha menghidupi spiritualitas kerahim an ilahi.

Bersama anggota Lumen Christi, Estherina dan Haryanto memperdalamnya dengan mengadakan seminar kerahiman ilahi, doa koronka di komunitas dan di gereja sebelum Misa pada Minggu sore, mengadakan jam suci dalam Komunitas Lumen Christi 24 jam untuk Tuhan (pada Kamis Putih dan Jumat Agung), dan bakti sosial.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*