Artikel Terbaru

Gita Smater Choir: Merajut Asa Melalui Suara

Anggota GSC saat mengikuti ajang BICF.
[Yuven Fernandez]
Gita Smater Choir: Merajut Asa Melalui Suara
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comDi mana ada kemauan di situ ada jalan. Spirit inilah yang menjadi landasan bagi anak-anak SMAK Frateran Maumere untuk bekerja keras meraih mimpi. Suara yang indah adalah talenta dari Tuhan.

Minggu terakhir Juli 2016, Bali International Choir Festival (BICF) yang kelima digelar. Ajang perlombaan tarik suara ini mempertemukan kelompok paduan suara dari dalam maupun luar negeri. Dari Indonesia, salah satu peserta yang ikut dalam kompetisi berskala internasional ini adalah Gita Smater Choir (GSC). Kelompok kor ini beranggotakan para remaja dari Sekolah Menengah Atas Katolik Frateran Maumere (Smater), Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dalam kompetisi ini, GSC mencatatkan sejarah baru dengan meraih predikat The Winner Category, mengalahkan puluhan kelompok dari dalam dan luar negeri. GSC menyabet medali emas untuk kategori Scanic Folklore dengan membawakan lagu dari Kabupaten Sikka, NTT, berjudul “Tena Reta Iung”. GSC juga meraih emas lagi, Trophy The Winner of Folklore untuk lagu “Bulu Gila” dan “Yamko Rambe Yamko”. Selain itu, GSC juga meraih medali perak untuk kategori Teenagers setelah membawakan lagu “Sing When The Spirit Says Sing” dan “Kalwedo Basudara E”.

Dari Paroki
GSC terbentuk pertengahan Mei 2013. Dari semula, GSC merekrut anggota dari siswa/siswi SMAK Frateran Maumere yang punya bakat menyanyi. Ada dua sosok yang pertama kali menginisiasi terbentuknya kelompok ini, yakni Fr M. Polikarpus BHK, yang saat itu baru saja diberi tugas memimpin SMAK Frateran Maumere dan Blasius Moa, guru mata pelajaran Fisika, yang juga menjadi konduktor GSC. Memang, Blasius sudah makan asam garam di dunia tarik suara. Ia pernah menjadi anggota paduan suara Keuskupan Malang dan Universitas Kanjuruhan Malang, Jawa Timur.

Blasius mengakui, niat untuk membentuk GSC murni datang dari para peserta didik tempatnya mengajar. Waktu itu, siswa-siswi yang suaranya bagus dan punya hobi menyanyi membentuk kelompok kor dan kerap bertugas di beberapa gereja paroki di Keuskupan Maumere. Jadi GSC mula-mula tampil di tingkat paroki. “Setidaknya tiap bulan ada dua paroki yang kami kunjungi dan kami jadikannya untuk menempa kemampuan dalam mengolah suara,” ujar Blasius.

Setelah melanglang buana dari paroki ke paroki di Maumere, GSC mulai naik tingkat. Salah satu target mereka adalah ajang BICF. Pada 2014, untuk pertama kali GSC ikut BICF. Tak tanggung-tanggung, mereka langsung menyabet satu medali emas dan dua perak. Setahun kemudian, 29 Juli sampai 2 Agustus 2015, GSC kembali menggondol dua medali emas dari kategori Folklore dan kategori Teenagers.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*