Artikel Terbaru

Serba Bisa di Segala Medan Kerasulan

Marcell memberikan penjelasan kepada anak didiknya di SMP St Antonius.
[HIDUP/Yanuari Marwanto]
Serba Bisa di Segala Medan Kerasulan
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comTak hanya mengajarkan soal iman, para pewarta awam juga menangani aneka kebutuhan. Beda medan, beda pelayanan.

Bel pergantian pelajaran berdering. Marcellina M. Mudjijah CM menyudahi pelajaran agama Katolik di kelas VII A SMP St Antonius Rawa Bunga, Jatinegara, Jakarta Timur. Ia lalu beralih ke kelas sebelah, VII B. Marcell tak langsung tancap gas memberikan pelajaran. Ia meminta seorang siswa untuk memimpin doa bersama di kelas yang terdiri dari 13 siswa.

Begitu doa usai, Marcell memeriksa kelengkapan seragam, buku pelajaran, dan tugas anak-anak didiknya. Bila mereka mengenakan seragam lengkap, membawa komplit buku pelajaran hari itu, serta merampungkan tugas, Marcell memberi tanda bintang di huruf A, B, atau C di papan putih. Rupanya, ia membagi para siswa ke dalam tiga kelompok. Pembagian grup itu terlihat jelas dari posisi mejakursi siswa yang membentuk tiga grup, seperti telapak kaki ayam.

Pembagian kelompok itu berlaku juga sepanjang pelajaran agama Katolik. Tampaknya, pengelompokan itu menjadi metode pengajaran Marcell. Ia menerapkan pola “Cara Belajar Siswa Aktif”. Jadi, satu siswa dari tiga kelompok itu akan menjawab dan melempar pertanyaan kepada seorang temannya dari kelompok lain. “Kelompok yang mendapat bintang terbanyak, saya beri hadiah, biasanya gambar Yesus atau orang kudus,” bebernya.

Tak Pindah
Marcell adalah alumna Jurusan Pendidikan Agama Katolik, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unika Atma Jaya Jakarta. Ia tak pernah pindah dari Sekolah Antonius sejak mulai mengajar 23 tahun silam. Anggota pertama asal Indonesia di Institut Sekulir Serikat Misionaris Hati Kudus (Compagnia Missionaria del Sacro Cuore/CM) ini hanya pernah beralih jenjang ke SD.

Sebagai katekis di lembaga pendidikan, subyek katekesenya adalah siswa. Tak banyak kesulitan yang ia hadapi dalam pembinaan iman para siswa. Perempuan asal Temanggung, Jawa Tengah ini hanya perlu hati-hati, saat menyampaikan materi di dalam kelas yang heterogen. Bahasa dan cara penyampaian harus pula menyesuaikan dengan latar belakang dan pola pikir para siswanya.

Jika pagi hingga siang Marcell di sekolah, sisa harinya menjadi katekis di Paroki St Antonius Bidaracina, Keuskupan Agung Jakarta. Ia sudah dua periode menjadi Ketua Seksi Katekese di sana. Ia mengajar krisma, katekumen remaja, dan agama Katolik untuk para siswa dan mahasiswa yang membutuhkan nilai agama sebagai salah satu syarat akademik.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*