Artikel Terbaru

Gerak Bersama Mewartakan Injil

Sosialisasi bahan katekese umat di Kevikepan Ruteng.
[Dok. Keuskupan Ruteng]
Gerak Bersama Mewartakan Injil
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comKatekese kepada umat terus dilakukan dan diperbarui. Perhatian dan kepedulian kepada katekis juga digagas.

Tugas mewartakan Injil merupakan tugas semua pihak dalam Gereja, para tertahbis dan umat. Di Keuskupan-keuskupan di Indonesia, geliat pewartaan Kabar Sukacita terus dilakukan. Melalui Komisi Kateketik (Komkat) Keuskupan, khususnya, katekese untuk mengembangkan iman umat tak henti diperbarui.

Di Keuskupan Ruteng, tahun 2017 ini merupakan Tahun Pewartaan. Sejak Sinode II Keuskupan Ruteng pada 2007, setiap tahun Keuskupan ini mengusung tema pastoral untuk dihayati dan direfleksikan. “Tema-tema katekese umat yang disusun selalu searah dengan tema pastoral. Materi katekese disusun awal tahun, lalu disosialisasikan kepada para fasilitator ke setiap kevikepan dan gugus pastoral,” ungkap Ketua Komkat Keuskupan Ruteng, Romo Agustinus Manfred Habur.

Bahan katekese lain menggunakan buku-buku yang menunjang kebutuhan iman umat. Buku-buku ini menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa daerah setempat. Dua tahun terakhir bahan katekese audiovisual berupa video dan film dokumenter juga dimanfaatkan untuk semakin memperkaya katekese umat. Media katekese lain dengan menggunakan cerita bergambar.

Karya Katekese
Salah satu penunjang karya katekese adalah tenaga katekis. Di Keuskupan Ruteng ada katekis full time yang bekerja penuh waktu dan digaji oleh Paroki. Tenaga katekis ini belum memadai karena tak semua Paroki memilikinya. “Sinode III Keuskupan Ruteng (2013-2015)
merekomendasikan perlunya katekis full time yang digaji penuh untuk mengorganisir dan menggerakkan karya katekese di Paroki,” tutur imam kelahiran Langgo, Ruteng, 6 September 1969 ini. Selain itu, tenaga katekis adalah guru agama Katolik, fasilitator katekese umat yang tidak berlatar belakang akademis di bidang kateketik, serta katekis kelompok anak dan remaja.

Untuk menambah cakrawala pengetahuan dan keterampilan dalam berkatekese, Keuskupan bekerjasama dengan pelbagai pihak mengadakan pelatihan dan pertemuan katekis. Misal bekerjasama dengan Pusat Pastoral (Puspas) Keuskupan Ruteng dan Komisi Kitab Suci serta dinas kementerian agama kabupaten. Ada juga sosialisasi bahan katekese umat untuk utusan-utusan dari setiap kevikepan pada awal tahun. “Utusan tersebut pada gilirannya mensosialisasikan bahan katekese tahunan kepada fasilitator-fasilitator di tingkat Paroki.”

Geliat katekese di Keuskupan ini juga didukung dengan keberadaan Prodi Pendidikan Teologi di STKIP St Paulus dan Sekolah Tinggi Pastoral (STIPAS) St Sirilus Ruteng. Kedua sekolah tinggi ini setiap tahun mewisuda sarjana pendidikan agama yang akan diutus sebagai guru agama Katolik di sekolah dan katekis di Paroki.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*