Artikel Terbaru

Kebhinnekaan Adalah Rahmat Allah

Kebhinnekaan Adalah Rahmat Allah
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comKita mengalami bahwa perbedaan-perbedaan suku, budaya, bahasa, dll mudah dijadikan sarana untuk menimbulkan permusuhan satu sama lain. Apakah adanya perbedaan ini memang akibat dosa manusia seperti yang terjadi pada Menara Babel?

Mikhael Gerardus Rasendriya, Malang

Pertama, kalau memperhatikan kisah Menara Babel (Kej 11:1-9), kita memang mudah menyimpulkan bahwa perbedaan bahasa (dan lain-lainnya) terjadi sebagai akibat dosa manusia. Kisah Menara Babel diawali dengan ungkapan “adapun seluruh bumi satu bahasanya dan logatnya” (ay.1). Karena kesombongannya yang hendak menyamai Allah dengan membangun menara, manusia dihukum Tuhan. Bahasa manusia dikacau-balaukan sehingga mereka tidak dapat mengerti satu sama lain dan kemudian manusia diserakkan ke seluruh bumi (ay.7-9).

Kedua, kisah Menara Babel tidak boleh ditafsirkan secara harfiah dan terpisah dari kisah-kisah lain dalam konteksnya. Kisah ini lebih baik ditafsirkan sebagai penegasan bahwa perbedaan-perbedaan (a.l. bahasa, tempat tinggal) menyebabkan kesulitan untuk bekerjasama di antara manusia, bahkan juga rawan menimbulkan permusuhan. Sebabnya ialah kesombongan manusia. Perbedaan-perbedaan itu memang sudah ada sebelum manusia jatuh ke dalam dosa kesombongan. Jadi, perbedaan-perbedaan itu bukan merupakan akibat dari dosa.

Satu bab sebelum kisah Menara Babel, yaitu di Kej 10, dinyatakan secara jelas adanya perbedaan-perbedaan di antara bangsa-bangsa. Perbedaan itu tidak dilihat sebagai akibat dari dosa atau sebagai kurangnya kemampuan nalar manusia, melainkan sebagai berkat yang diberikan Allah kepada keturunan Nuh. “Itulah keturunan Yafet, masing-masing di tanahnya, dengan bahasanya sendiri, menurut kaum dan bangsa mereka” (ay.5). Ungkapan perbedaan manusiawi ini dikatakan lagi, baik untuk keturunan Ham (ay.20) maupun untuk keturunan Sem (ay.31). Akhirnya disimpulkan, “Itulah segala kaum anak-anak Nuh menurut keturunan mereka, menurut bangsa mereka. Dan dari mereka itulah berpencar bangsa-bangsa di bumi setelah air bah itu” (ay.32).

Sebagai berkat dari Allah, perbedaan-perbedaan itu merupakan kekayaan bersama, sekaligus mencerminkan kekayaan Allah yang diberikan kepada umat manusia. Setiap bangsa mempunyai kekayaan yang bisa disumbangkan untuk kekayaan bersama sebagai umat manusia. Tidak ada bangsa yang sudah sedemikian kaya sehingga tidak bisa diperkaya oleh bangsa lain. Demikian juga tidak ada bangsa yang sedemikian miskin sehingga tidak bisa memberikan sumbangan kepada kebersamaan. Kekhasan masing-masing tidak digunakan sebagai alat pembeda dalam hal kehormatan atau perlakuan. Kebhinnekaan dilihat sebagai kekayaan bersama yang mencerminkan kekayaan Allah, Sang Pencipta.

Ketiga, dengan mengatakan bahwa “itulah segala kaum anak-anak Nuh,” penulis suci hendak mengatakan setiap suku bangsa di dunia ini terkait satu sama lain, membentuk satu keluarga umat manusia, sekalipun berbeda tempat tinggal, bahasa, dan keturunannya. Perbedaan adalah faktor alami yang tidak perlu membuat mereka terpisah atau bahkan bermusuhan. Seperti setiap anak dalam keluarga adalah berbeda, demikianlah perbedaan harus disikapi. Setiap suku bangsa dicintai oleh Allah secara khusus, di manapun tinggal, apapun bahasa dan keturunannya.

Ajaran penting yang juga bisa ditarik dari Kej 10 ialah adanya kesetaraan di antara bangsa-bangsa. Tidak ada negara yang dipandang lebih tinggi daripada yang lain atau menjadi pusat sejarah umat manusia. Kesetaraan dalam Kej 10 hendak menyingkirkan gagasan bahwa ada bangsa atau suku tertentu yang dipandang sebagai mutlak. Jika ada bangsa yang dipilih Allah (Kej 12:3), hal itu bukan karena keunggulan kodratinya, tetapi melulu hanya karena pilihan bebas Allah. Bangsa itu dipilih untuk membawa kepenuhan janji Allah kepada semua suku bangsa di dunia ini. Jadi, segala suku bangsa mempunyai asal-usul dan tujuan yang sama.

Petrus Maria Handoko CM

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 8 Tanggal 19 Februari 2017

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*