Artikel Terbaru

St Nicholas Flüe (1417-1487): Tinggalkan Segala Demi Panggilan Mulia

Relikui St Nicholas Flüe.
[sacerdos-viennensis.blogspot.co.id]
St Nicholas Flüe (1417-1487): Tinggalkan Segala Demi Panggilan Mulia
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comIa menyerahkan hidupnya kepada Tuhan. Ia meninggalkan istri, anak-anak, pekerjaan, dan semua yang ia miliki untuk melayani Tuhan.

Nama dan sosok Nicholas Flüe lekat dalam ingatan masyarakat Swiss. Dalam bahasa Jerman, Nicholas dikenal dengan nama Niklaus von Flüe. Ia menjadi salah satu tokoh religius terkenal dalam sejarah negara Swiss. Semasa hidup, Nicholas memiliki tradisi devosi yang begitu kuat. Ia menghabiskan banyak waktu untuk berkontemplasi.

Menginjak usia setengah abad, Nicholas terpanggil untuk menjadi seorang rahib. Kala itu, ia sudah berkeluarga dan anak bungsunya baru berusia 13 minggu. Bagi masyarakat umum, pilihan Nicholas mengundang tanya dan membuat orang terheran-heran. Bagaimana mungkin ia meninggalkan seorang istri dengan 10 anak untuk menjadi rahib?

Namun, pilihan sudah dieksekusi. Nicholas pun meninggalkan rumah dan keluarganya untuk hidup di sebuah pertapaan kecil di daerah Ranft. “Tuhanku dan Allahku, jauhkanlah dariku apapun yang menjauhkanku dari-Mu. Tuhanku dan Allahku, anugerahkanlah kepadaku apapun yang membuatku dekat dengan-Mu. Tuhanku dan Allahku, bebaskanlah aku dari diriku dan jadikanlah aku milik-Mu seutuhnya,” demikian salah satu penggalan doa yang didaraskan Nicholas.

Pilihan Hidup
Nicholas Flüe lahir pada 21 Maret 1417 di Flüeli, dekat Sachseln, canton (daerah
administratif ) Obwalden, Swiss. Nama “Flüe” diambil dari nama sebuah sungai yang mengalir di tanah kelahirannya, Sungai Flüeli. Ia merupakan anak lelaki tertua dari pasangan Heini Flüe dan Hemma Ruobert. Orangtuanya penganut Katolik yang taat.

Konon, ketika dalam kandungan, Nicholas melihat bintang yang menerangi dunia. Visiun (penglihatan rohani) ini mengacu pada Yeremia 1:5, “Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa.”

Pada usia 16 tahun, Nicholas melihat menara tinggi di sebuah tempat, yang kemudian menjadi tempat tinggal dan kapelnya. Sejak remaja, ia sudah dipersiapkan untuk melihat “persatuan mistik dengan Allah”. Ini tertuang dalam moto hidupnya: “Ini adalah keinginan-Nya untuk membawa Allah dan dunia. Dan seperti tiang kehidupan, Dia akan menuntun dan menopang umat.”

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*