Artikel Terbaru

Kelompok Tenun Ikat Mawar: Berdayakan Tenun Para Mama

Pendampingan Kelompok Tenun Ikat Mawar.
[NN/Dok.Pribadi]
Kelompok Tenun Ikat Mawar: Berdayakan Tenun Para Mama
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comUrusan adat terkadang mencekik daripada memberdayakan. Mama-mama di Kuneru dibantu untuk keluar dari kungkungan itu. Mereka belajar menopang ekonomi keluarga lewat kain tenun ikat.

Akhir Juli 2016, sekelompok mama di Kuneru, Atambua, Nusa Tenggara Timur, mengadakan pertemuan. Kegiatan kumpul bersama itu digelar di gedung serbaguna Kuneru. Kuneru merupakan sebuah wilayah yang menjadi bagian dari Paroki Katedral St Maria Immaculata Atambua, dan sedang dipersiapkan untuk menjadi paroki. Pertemuan tersebut difasilitasi oleh para Suster Fransiskanes dari Santo Georgius Martir (FSGM). Tujuan tatap muka adalah mensosialisasikan cara pengelolaan keuangan keluarga.

Dalam pertemuan itu, para suster menghadirkan Damayani Sabini, salah seorang aktivis sosial yang tinggal di Jakarta. Maya menjelaskan kepada para mama dan beberapa gadis dalam pertemuan itu, cara mengelola keuangan keluarga, merintis usaha, cara memasarkan, dan mempertahankan kualitas produksi sehingga mendapat tempat di pasar.

Sr Dorothea FSGM mengatakan, selama ini ia mendengar para mama berkeluh kesah tidak punya uang. Kebutuhan makan minum keluarga tak tercukupi. Belum lagi harus membiayai sekolah anak-anak. Di samping itu, aturan adat makin mencekik tiap keluarga. Mereka diharuskan menyumbang sekian puluh ribu untuk kegiatan adat, sementara untuk memenuhi kebutuhan harian saja susah.

Sr Dorothea menilai, sebetulnya ada peluang bagi para mama untuk menopang pendapatan keluarga, yakni menjual kain tenun ikat. Toh mereka sudah punya keahlian menenun. “Tapi yang terjadi selama ini, hari ini jual kain, besok uangnya sudah habis tanpa jejak,” ujar Sr Dorothea.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*