Artikel Terbaru

Gereja Bangkitkan Gereja Rumah Tangga

Gereja Bangkitkan Gereja Rumah Tangga
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Keluarga menjadi “Gereja mini”, sekolah kemanusiaan pertama dan utama. Menteri Agama memuji cara Gereja Katolik mempersiapkan perkawinan.

Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin gelisah. Agenda Sidang Kabinet yang di pimpin Presiden Joko Widodo masih padat. Padahal jam di ruang sidang menunjukkan pukul 16.15. Sementara pukul 18.30, ia harus berada di Via Renata, Cimacan, Cipanas, Jawa Barat. Lukman malam itu akan memberi kan sambutan sekaligus membuka Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia (SAG KI) IV, Senin, 2/11.

Maka di depan peserta SAGKI, Menteri membuka sambutannya dengan mengisahkan, bagaimana ia akhirnya bisa pamit dari sidang kabinet. Semula ia ingin memberikan catatan kepada presiden soal acaranya malam itu. Cara itu merupakan hal lazim yang dilakukan para menteri bila ingin menyampaikan sesuatu kepada presiden. Tapi mereka tak bisa langsung ke presiden, harus lewat ajudan.

Mantan Wakil Ketua Majelis Per musyawaratan Rakyat (MPR) 2009-2014 itu mengurungkan niatnya. Lukman khawatir, Jokowi tidak paham jika ia hanya menulis memo lantas ia keluar ruangan saat sidang. Ia nekad mendatangi meja presiden. Menurut Lukman, selama berada di kabinet SBY dan Jokowi, belum pernah ada seorang menteri yang berani mendatangi meja presiden saat rapat berlangsung.

“Mohon maaf Bapak Presiden, saya harus meninggalkan ruang sidang karena harus menghadiri Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia,” katanya di hadapan Jokowi. Lukman sudah membayangkan Jokowi bakal mengajukan serangkaian pertanyaan tentang acara itu. Tapi dugaan mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu meleset.

“Ya, silakan. Layani umat, layani umat,” jawab Presiden singkat seperti di tirukan Menteri Agama. Lukman pun segera meluncur ke Via Renata. Tapi masih ada satu hal yang mengganjal di hati pria kelahiran Jakarta, 52 tahun silam ini yakni kemacetan. Jalan dari Jakarta ke Puncak terkenal macet. Ia khawatir telat atau bahkan batal ke SAGKI. Syukur, ia tiba di Via Renata saat acara baru dimulai.

Mengacungkan Jempol
Lukman mengapresiasi SAGKI memilih tema keluarga. Baginya, seorang anak pertama kali mengenal nilai-nilai kebajikan, pembedaan antara yang baik dan buruk, serta bermanfaat atau merusak, adalah dari keluarga. Karena itu, atas nama pemerintah, ia mengacungkan jempol kepada Gereja Katolik yang telah mengusung topik keluarga sebagai sesuatu yang vital diera globalisasi dan percepatan teknologi.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*