Artikel Terbaru

Mengklik Jomblo Katolik

Ajang perkenalan peserta Jamnas VI KJK Indonesia.
[HIDUP/Marchella A. Vieba]
Mengklik Jomblo Katolik
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comAda macam-macam komunitas Gereja yang disediakan sebagai wadah orang muda untuk bertemu. Syukur, jika orang muda menemukan jodoh seiman.

Istilah jomblo sudah akrab di telinga orang muda. Istilah itu merujuk pada orang muda yang belum punya pacar atau calon pasangan hidup. Di kalangan masyarakat Indonesia, usia 25 tahun ke atas dipandang sebagai usia persiapan perkawinan. Itu mengandaikan seseorang sudah menentukan siapa yang akan menjadi teman sehidup-sematinya. Akan jadi soal bila di usia itu, seseorang masih sendiri.

Ada banyak faktor yang melatari seseorang belum punya teman dekat, misal secara pribadi orang tersebut memang belum menginginkan ada hubungan khusus itu. Namun, dalam kisaran sepuluh tahun terakhir grafik perkawinan beda agama dan Gereja cenderung meninggi. Gereja Katolik Indonesia berusaha menguak akar sebabnya, dan ditemukan bahwa sebagian orang muda memilih pasangan hidup beda agama dan Gereja karena kurangnya konektifitas antarsesama orang muda Katolik.

Gereja Katolik tidak melarang pernikahan beda agama atau Gereja. Namun Gereja Katolik sangat menganjurkan agar orang muda memilih pasangan hidup yang seiman. Anjuran ini kemudian diterjemahkan dengan pembentukan komunitas-komunitas yang menjadi wadah perjumpaan orang muda.

Otomatis Jomblo
Salah satu komunitas yang lahir untuk menjawab kebutuhan ini adalah Komunitas Jomblo Katolik (KJK). Komunitas ini didirikan Alexander Bayu bersama Romo Yohanes Aristanto Hari Setiawan MSF di Salatiga, Jawa Tengah pada 2 Mei 2009. Penyematan kata jomblo pada nama komunitas dengan sendirinya menjadi prasyarat keanggotaan KJK. Karena didominasi orang muda, jaringan komunikasi yang digunakan pun dipilih yang akrab dengan orang muda, yakni media sosial Facebook dan WhatsApp.

Alex prihatin karena masih banyak orang muda Katolik gengsi menyatakan diri jomblo, sehingga tidak mudah bagi orang lain yang akan mendekati dirinya. KJK hadir untuk melebur tembok kecanggungan itu sehingga sesama orang muda mudah berkenalan. “Kalau masuk di KJK otomatis jomblo. Jadi kalau ada yang tertarik jadi nggak ragu mau deketin,” ujar Alex.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*