Artikel Terbaru

Keluarga Sebagai Fokus Pastoral

Mgr Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo.
Keluarga Sebagai Fokus Pastoral
3 (60%) 2 votes

HIDUPKATOLIK.comKetua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Mgr Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo menerima HIDUP di sela SAGKI 2015. Berikut petikan wawancara dengannya.

Monsinyur, apa langkah konkret dan terdekat usai SAGKI?

Hasil SAGKI akan dibawa dalam Sidang KWI pekan ini. Dalam sidang tersebut, para uskup akan membahas kesimpulan itu untuk Gereja Indonesia. Sementara di tingkat keuskupan, bergantung dari uskup masing-masing. Kalau di Keuskupan Agung Jakarta (KAJ), saya akan menjadikan keluarga sebagai fokus pastoral.

Saya berharap, jika ada keuskupan yang belum menjadikan keluarga sebagai fokus pastoral, topik itu bisa menjadi perhatian Komisi Kerasulan Keluarga KWI maupun keuskupan masing-masing. Paroki-paroki pun bisa bergerak seandainya keuskupan belum menentukan keluarga sebagai pendampingan utama pastoral. Bahkan unit-unit pastoral bisa melakukan hal serupa agar perkawinan dan hidup keluar ga menjadi jalan kesempurnaan kasih dan kepenuhan hidup kristiani.

Apakah situasi keluarga di Indonesia lebih baik dibandingkan di luar negeri, atau sebaliknya?

Kita bisa melihat, keluarga Katolik di Indonesia berbeda satu sama lain. Bahkan, ketika tujuh keluarga berbagi kisah, pengalaman mereka berbeda satu sama lain. Situasi dan persoalan keluarga di Jakarta, berbeda dengan di Papua. Begitu pun dengan di luar negeri.

Di Eropa misalnya, kebebasan menjadi kesadaran pribadi yang sangat kuat. Sebagai pribadi yang bebas, mereka tidak mau menikah secara sipil dan Gereja. Bahkan ada isu, pasangan-pasangan tertentu menganggap anak sebagai gangguan atau penggangu kebebasan. Karena itu, mereka tidak mau punya anak.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*