Artikel Terbaru

Kombes Pol Antonius Kadarmanta: Guru Agama Pemberantas Narkoba

Pengajar: Anton menyampaikan materi tentang bahaya narkoba kepada anggota TNI Kodam XVII/Cenderawasih Papua.
[wiyainews.com]
Kombes Pol Antonius Kadarmanta: Guru Agama Pemberantas Narkoba
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comIa menggantungkan cita-citanya menjadi tentara. Namun kini, ia sebagai ujung tombak pemberantas narkoba di Kalimantan Tengah.

Sebanyak 30 sekolah menengah atas di Palangkaraya, Kalimantan Tengah membentuk satuan tugas (satgas) anti narkoba, Agustus lalu. Satgas ini diprakarsai Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kalimantan Tengah yang dipimpin Komisaris Besar Polisi Antonius Kadarmanta.

Maret 2015, ia hijrah dari Papua ke Kalimantan Tengah. Anton dipercaya memimpin lembaga yang menjadi garda terdepan untuk mendorong peran serta masyarakat dalam upaya pem berantasan narkoba. “Karakteristik kejahatan narkoba sangat berbeda dengan kejahatan yang lain,” ucap pria kelahiran Kulon Progo, DI Yogyakarta ini.

Pengajar
Sebelum meniti karir di Kepolisian, Anton mesti melalui jalan berliku. Saat masih kanak-kanak, ia amat terkesan setiap kali menatap keempat saudara ayahnya yang berprofesi sebagai tentara. Anton ingin sekali masuk menjadi anggota Tentara Nasional Indonesia.

Namun, cita-citaitu akhirnya ia gantung. Anton memilih panggilan menjadi guru. “Saya dulu berpikir, jadi guru itu tugas mulia dan cepat dapat kerja,” tutur Anton mengenang. Ia kemu dian masuk ke Sekolah Pendidikan Guru (SPG) Pangudi Luhur Sedayu, Kulon Progo. Di sekolah ini, Anton berkenalan dengan iman kekatolikan. Ia pun belajar agama Katolik dan kemudian menerima Sakramen Baptis.

Selepas dari SPG Pangudi Luhur Sedayu, Anton mendapat beasiswa belajar selama tiga tahun di Akademi Kateketik Widya Yuwana Madiun, Jawa Timur. Menjelang lulus kuliah, ia mendapat informasi tentang pendaftaran masuk menjadi anggota Kepolisian. “Menjadi polisi kan juga tetap bisa menjadi pengajar di institusi pendidikan Polisi,” ujar Anton. Kata-kata itu bagaikan doa. Kata-kata itulah yang kemudian menjadi nyata dalam karir Anton di Kepolisian.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*