Artikel Terbaru

Synodus Episcoporum

[c.fam.org]
Synodus Episcoporum
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comKonsili Vatikan II mengatur prinsip kolegialitas para uskup (LG 22). Sebagai konsekuensinya Paus Paulus VI membentuk Sinode Uskup atau Synodus Episcoporum (1965) dan mengesahkan Peraturan Sinode. Peraturan yang berlaku sekarang adalah Ordo Synodi Episcoporum (2006).

Sebagaimana tercantum dalam Motu Proprio Apostolica Sollicitudo dan Kan. 342, tujuan sinode adalah: (i) membina hubungan erat antara paus dan para uskup; (ii) membantu Paus dengan nasihat-nasihat guna memelihara keutuhan dan perkembangan iman serta moral, menjaga dan meneguhkan disiplin gerejawi; (iii) mempertimbangkan masalah yang menyangkut karya Gereja di dunia.

Komposisi Sinode Uskup: (i) sidang umum biasa dan sidang umum luar biasa terdiri dari sejumlah uskup. Beberapa uskup menjadi ex officio dan yang lain ex electione yakni mereka dipilih Konferensi Para Uskup dan yang lain diangkat langsung oleh Paus. Selain itu ada beberapa anggota tarekat religius klerikal yang dipilih menurut norma hukum khusus mengenai sinode. (ii) sidang khusus terdiri atas anggota yang dipilih, terutama dari kawasan yang merupakan sasaran diadakan sinode.

Sinode Uskup tidak memiliki wewenang deliberatif atau tidak memiliki wewenang mengambil keputusan, kecuali Paus memberikan wewenang. Dalam hal ini tetap dibutuhkan ratifikasi Paus.

Sinode Uskup bisa diadakan dalam dua cara. Pertama, Sidang umum yaitu membahas hal-hal yang langsung menyangkut kesejahteraan Gereja. Kedua, sidang khusus yaitu membahas perkara yang langsung menyangkut kawasan tertentu. Disebut sidang umum biasa jika diadakan secara berkala, biasanya setiap tiga tahun. Tapi jika diadakan karena kebutuhan, maka disebut sidang umum luar biasa. Sinode Uskup berakhir, saat ditutup Paus.

Stephanus Tommy Octora (Roma)

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 45 Tanggal 8 November 2015

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*