Artikel Terbaru

Mgr Ignatius Suharyo: Pastoral Keluarga, Tak Ada Jalan Buntu

Uskup Agung Jakarta dan Uskup Ordinariat Militer Indonesia Mgr Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo saat ditemui di Gedung Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Cut Meutia Menteng, Jakarta Pusat, Jumat, 9/11.
[HIDUP/Y. Prayogo]
Mgr Ignatius Suharyo: Pastoral Keluarga, Tak Ada Jalan Buntu
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comSinode Uskup tentang keluarga di Vatikan, menghasilkan 94 paragraf. Paus Fransiskus berharap setiap pribadi dihargai, dicintai, dan dilayani dengan penuh belas kasih Allah.

Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Mgr Ignatius Suharyo dan Ketua Komisi Keluarga KWI Mgr Franciscus Kopong Kung ikut ambil bagian dalam Sinode Para Uskup yang berlangsung di Vatikan, 4-25 Oktober 2015. Sedari awal, Paus Fransiskus mengajak peserta sinode menghayati “sinodalitas”, membuka diri terhadap bimbingan Roh Kudus, dengan “keberanian rasuli, kerendahan hati Injili, dan doa yang tekun”. Berikut petikan wawancara dengan Mgr Suharyo:

Apa saja pokok bahasan dalam sinode?

Sinode Para Uskup 2015 mengangkat tema “Panggilan dan Perutusan Keluarga dalam Gereja dan Dalam Dunia Modern”. Hasil akhir sinode 2015 terdiri dari 94 paragraf yang terbagi menjadi tiga bagian. Pertama, Gereja mendengarkan keluarga-keluarga; kedua, keluarga dalam rencana Allah; ketiga, perutusan keluarga. Bagian pertama praktis berisi pemandangan umum mengenai berbagai macam konteks, baik lama maupun baru, dalam hidup keluarga. Bagian kedua berisi ajaran Gereja mengenai Perkawinan dan Keluarga. Bagian ketiga mengenai Pastoral Keluarga.

Bagaimana sinode berlangsung?

Selama sinode, banyak terjadi perbedaan pendapat. Perbedaan yang paling kentara, menurut penangkapan saya adalah “tegangan”, bukan ketegangan, antara kerahiman Allah dan keadilan, antara suara hati dan aturan, antara ajaran dan pastoral.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*