Artikel Terbaru

Makin Berbuah dalam Roh

Penyembahan Sakramen Mahakudus di Shekinah.
[NN/Dok.Pribadi]
Makin Berbuah dalam Roh
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comTak ada pesta di usia emas Pembaruan Karismatik Katolik. Namun harapan dan doa melambung dari para pegiat Karismatik Indonesia, baik imam maupun awam.

Peziarahan gerakan Pembaruan Karismatik Katolik (PKK) di dunia telah menginjak usia emas pada 18 Februari 2017. Tak ada pesta khusus di hari itu. Namun sepanjang tahun ini akan ada beberapa kegiatan yang berhubungan dengan Golden Jubilee PKK. “Termasuk 31 Mei-4 Juni di Vatikan, sesuai undangan Paus untuk merayakan Pentakosta,” ungkap Koordinator Badan Pelayanan Nasional Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPN PKKI) Andreas Endie Rahardja.

Di Indonesia, ujar Endie, tak ada perayaan khusus mengenang setengah abad
perjalanan PKK. “Kita hanya mengadakan talkshow, ceramah, dan penyembahan Sakramen Mahakudus,” kata Endie. Acara itu berlangsung di Gedung Shekinah, Pusat Karismatik Katolik di Jakarta. Momen itu menjadi ajang pertemuan para Pewarta dan Pengajar PKK dari Badan Pelayanan Keuskupan Pembaruan Karismatik Katolik (BPK PKK) Keuskupan Agung Jakarta (KAJ). Tak kurang dari 200 orang hadir dalam acara ini.

Talkshow yang berkisar pada pewartaan melalui media sosial menjadi pembuka rangkaian acara. Ketua Komisi Komunikasi Sosial KAJ Romo M. Harry Sulistyo didapuk sebagai pembicara. Pertemuan ini juga berisi uraian materi Aksi Puasa Pembangunan 2017. Setelah makan siang, Endie membawakan ceramah tentang sejarah, hakikat, dan rahmat PKK.

Sekilas Sejarah
PKK, lahir dalam suatu retret akhir pekan pada 18 Februari 1967 yang diikuti sekelompok mahasiswa dari Universitas Duquesne, di Pittsburg, Amerika Serikat. Pada malam terakhir retret, mereka berencana merayakan ulang tahun salah seorang peserta. Di hadapan Sakramen Mahakudus, salah satu peserta tiba-tiba bersujud menyembah.

Peserta yang lain lantas naik ke ruang yang sama. Di ruangan itu, mereka merasakan kasih Tuhan meliputi mereka. Sontak, mereka mulai memuji Tuhan, ada yang menangis, ada mengangkat tangan.

Sejak itu, PKK terus menyebar ke seluruh dunia. Pada 1976, PKK secara resmi masuk ke Indonesia. Adalah Profesor Kitab Suci, Romo Heribertus Schneider
SJ dari Manila, Filipina dan Provinsial Jesuit Romo Paul O’Brian SJ dari Bangkok, Thailand yang membawa Karismatik ke Indonesia.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*