Artikel Terbaru

Mgr Henricus Pidyarto Gunawan OCarm: Mewujudkan Karisma Roh Kudus

Mgr Henricus Pidyarto Gunawam OCarm, Uskup Malang.
[Dok.HIDUP]
Mgr Henricus Pidyarto Gunawan OCarm: Mewujudkan Karisma Roh Kudus
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com“… kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita” (Rm 5:5).

Tahun 2017 ini, bersama Paus Fransiskus di Roma, Italia, umat akan merayakan 50 tahun kehadiran Karismatik Katolik di dunia. Gerakan ini berkembang dari waktu ke waktu di pelbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia. Di Indonesia, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (PKKI) menginjak usia ke-41 tahun. Gerakan ini berkembang di berbagai keuskupan di Indonesia.

Uskup Malang Mgr Henricus Pidyarto Gunawan OCarm terpilih sebagai Penasihat Episkopal Badan Pelayanan Nasional (BPN) PKKI pada Sidang Tahunan Konferensi Waligereja Indonesia, November 2016. Ia menggantikan (alm) Mgr Hilarius Moa Nurak SVD. Di tengah menggembalakan umat Keuskupan Malang, Mgr Pidyarto menerima tugas yang dipercayakan kepadanya. Namun, menurutnya, ia membutuhkan waktu yang cukup untuk mengenal dan memahami dunia Karismatik Katolik.

Mgr Pidyarto menandaskan bahwa Pembaruan Karismatik Katolik harus dipandang sebagai karisma yang dibagikan secara cuma-cuma oleh Roh Kudus. Anugerah ini pun mesti dikembangkan demi pertumbuhan Gereja. Berikut petikan wawancara dengan Mgr Pidyarto:

Seperti apa dinamika Pembaruan Karismatik Katolik di Indonesia?

Saya mendapat tugas sebagai Uskup Penasihat untuk BPN PKKI sejak November 2016 yang lalu. Namun hingga saat ini, saya belum bisa terlibat dalam rapat-rapat yang diadakan BPN PKKI, karena saya masih sangat sibuk dengan tugas baru sebagai Uskup Malang sejak 3 September 2016, sambil menyelesaikan tugas-tugas lain yang sudah saya terima sebelum saya diangkat menjadi Uskup. Baru April nanti saya mulai mengikuti rapat mereka. Oleh karena itu, saya belum mengetahui bagaimana dinamika Karismatik Katolik di Indonesia maupun tantangannya saat ini.

Bagaimana peran karismatik dalam perkembangan iman umat Katolik?

Saya yakin, gerakan Pembaruan Karismatik mempunyai peran yang penting bagi perkembangan iman umat Katolik. Para pengikut gerakan ini cukup banyak. Mereka aktif mengadakan persekutuan doa, rajin membaca Alkitab, memperdalam pengetahuan iman mereka melalui berbagai macam cara, dan tidak jarang mereka mendapat peranan penting di Paroki masing-masing. Paling tidak, perkembangan iman mereka sendiri sebagai anggota Gereja sudah cukup berarti bagi Gereja.

Mau dibawa kemana Karismatik Katolik ini ke depan?

Pembaruan Karismatik Katolik harus dipandang sebagai salah satu karisma yang dibagikan secara cuma-cuma oleh Roh Kudus. Oleh karena itu, karisma ini perlu diterima dengan penuh rasa syukur. Akan tetapi, setiap karisma ini harus dikembangkan demi pertumbuhan Gereja, sebagaimana dikatakan berulang kali dalam 1Korintus 14.

Sejauh saya ketahui, mereka sendiri memiliki keinginan untuk berkembang lebih lanjut dengan berbuah bagi Gereja. Mereka ingin semakin menjadi berkat bagi Gereja, bagi sesama. Jadi, pertanyaan yang patut diberi jawaban adalah apa yang dapat disumbangkan para pengikut Gerakan Karismatik Katolik kepada Paroki, Gereja Lokal, bahkan Gereja Universal?

Apa harapan dalam perayaan emas kehadiran Karismatik Katolik di dunia ini?

Harapan saya, semoga perayaan emas ini menjadi kesempatan baik bagi semua pengikut Pembaruan Karismatik Katolik untuk mensyukuri secara lebih sungguh karisma yang mereka terima. Ini sekaligus menjadi kesempatan untuk memikirkan “pembaruan” dalam diri mereka sendiri, misal dengan mewujudnyatakan apa yang tersebut pada pertanyaan sebelumnya; bagaimana mereka berbuah bagi Gereja, semakin menjadi berkat bagi Gereja dan sesama, apa yang bisa disumbangkan bagi Paroki, Gereja Lokal, dan Gereja Universal.

Maria Pertiwi

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 10 Tanggal 5 Maret 2017

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*