Artikel Terbaru

Pembaruan Janji Baptis

Pembaruan Janji Baptis
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comSetiap malam Paskah, saya sangat terkesan dengan upacara pembaruan Janji Baptis. Tetapi saya selalu bertanya, apa hubungan perayaan kebangkitan Tuhan dengan Janji Baptis? Mengapa selama masa Prapaskah tak ada persiapan untuk pembaruan Janji Baptis?

Kristina Teguhwati, Surabaya

Pertama, berbicara tentang perayaan Kebangkitan Tuhan dan pembaruan Janji Baptis, tidak bisa tidak, kita harus merujuk pada dua ciri khas masa “empat puluh hari” atau Prapaskah, yaitu “mengenangkan atau menyiapkan Baptis dan membina pertobatan” (SC art. 109). Surat Edaran Perayaan Paskah dan Persiapannya (PPP) menegaskan ulang dua ciri khas ini, “Masa Prapaskah mempunyai tugas ganda, mempersiapkan para katekumen dan kaum beriman untuk perayaan misteri Paskah… kaum beriman harus lebih rajin mendengarkan Sabda Allah dan berdoa dan mempersiapkan diri dengan tobat atas pembaruan Janji Baptis” (PPP No. 6).

Seringkali, masa Prapaskah hanya dilihat sebagai masa pertobatan dan segala aktivitas Prapaskah diarahkan kepada tindakan pertobatan itu. Dengan begitu, ciri khas masa Prapaskah ditampilkan tidak secara utuh, tapi hanya separuh. Ciri “mengenangkan atau menyiapkan Baptis” seringkali terabaikan, bahkan dilupakan sama sekali.

Kedua, dua ciri khas masa Prapaskah itu bersumber pada hubungan yang mutlak bersatu antara Misteri Wafat dan Kebangkitan Kristus, pokok iman yang merupakan puncak perayaan Paskah dan Misteri Pembaptisan. Ini merupakan tanggapan subyektif kita atas Wafat dan Kebangkitan Kristus. Yang satu berkaitan dengan peristiwa riil yang terjadi di Kalvari ketika Kristus mengalahkan kekuasaan dosa dan maut (penebusan obyektif ), yang lain berkaitan “partisipasai sakramental pertama dalam Wafat dan Kebangkitan Kristus” (PPP no. 7). Partisipasi itu terjadi melalui pembatinan masing-masing pribadi dan diungkapkan secara kelihatan dalam penerimaan Sakramen Baptis (penebusan subyektif ).

Bisa dikatakan bahwa pertobatan yang dilakukan pada masa Prapaskah selalu diarahkan untuk membarui, menyegarkan, dan memperkuat tanggapan iman tiap orang yang sudah (atau akan) diungkapkan dalam penerimaan Sakramen Baptis. Dengan kata lain, pertobatan itu mempersiapkan tiap orang mengucapkan untuk pertama kali atau membarui Janji Baptis. Perayaan meriah penebusan obyektif dengan upacara cahaya diikuti dengan perayaan meriah penebusan subyektif dengan pembaruan Janji Baptis.

Ketiga, menilik pentingnya makna pembaruan Janji Baptis, maka “para gembala hendaknya menerangkan kepada kaum beriman, apa makna pembaruan Janji Baptis bagi mereka, yang diundang untuk menjalaninya pada akhir masa Prapaskah 40 hari itu” (PPP No. 8). Penjelasan tentang makna Sakramen Baptis perlu juga dilakukan dalam masa Prapaskah: “Unsur-unsur Liturgi empat puluh hari yang berkenaan dengan Baptis hendaknya dimanfaatkan secara lebih luas, bila dipandang bermanfaat…” (SC art. 109). Surat Edaran menegaskan ulang butir ini dengan berkata: “Selama masa Prapaskah hendaknya diadakan katekese bagi kaum beriman dewasa yang dibaptis pada usia kanak-kanak, tetapi tidak mendapat pelajaran agama…” (PPP no. 9). Dan sekali lagi, “Pada hari Minggu haruslah dalam khotbah diadakan pengajaran terutama tentang misteri Paskah dan sakramen-sakramen… terutama perikop Injil yang mengedepankan aneka aspek Baptis dan sakramen-sakramen lain dan kerahiman Allah” (PPP No.12).

Keempat, dari uraian di atas menjadi jelas bahwa pertobatan selama masa Prapaskah mempunyai bingkai khusus, yaitu pembaruan Janji Baptis. Maka pertobatan tak berhenti pada sikap dan tindakan tobat, tapi harus dilanjutkan dengan mengimani ajaran-ajaran Yesus secara lebih teguh dan terlebih mensyukuri pengorbanan Yesus dalam sengsara dan wafat-Nya untuk membebaskan kita dari kuasa dan maut. Pertobatan membawa kita menjadi lebih kuat bersatu dengan Yesus Kristus, Sang Mesias.

Petrus Maria Handoko CM

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 10 Tanggal 5 Maret 2017

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*