Artikel Terbaru

Pastor Yohanes Michael Wemay MSC: Kuat dalam Perbedaan

Yohanes Michael Wemay MSC.
[NN/Dok.Pribadi]
Pastor Yohanes Michael Wemay MSC: Kuat dalam Perbedaan
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com Ia lahir dan tumbuh dalam mayoritas keluarga bukan Katolik. Mereka punya andil besar bagi perjalanan imamatnya.

Mayoritas masyarakat Ohoi (desa) Ngadi, Dullah, Tual, Maluku memeluk Islam. Meski begitu, wilayah yang berada di sebelah utara Tual ini punya andil bagi perjalanan imamat Pastor Yohanes Michael Wemay MSC. Sekitar 20 tahun lalu, benih panggilan Janes, sapaannya, tumbuh di sana.

Benih itu telah berbuah. Usai ditahbiskan oleh Uskup Amboina Mgr Petrus Canisius Mandagi MSC, Pastor Janes berkunjung ke Ohoi Ngadi. Penyambutan imam pertama Ngadi sudah terlihat sejak ia menjejakkan kaki di Bandara Karel Sadstubun, Langgur. Biarawan-biarawati, umat, dan sanak-keluarganya dari beragam keyakinan menjemput Pastor Janes.

Di Nuhu Evav (Negeri orang Kei, Maluku Tenggara) ia akan menggelar Misa perdana. Pemandangan paling menguras air mata tampak ketika Pastor Janes memasuki Ohoi Ngadi, kampung halaman sang bunda. Para tokoh agama menyambut kedatangannya. Haji, hajah, pendeta, dan dua imam menumpangkan tangan di kepala Pastor Janes yang berlutut di tengah mereka.

Beda Keyakinan
Mereka berharap, Tuhan senantiasa melindungi panggilan imamat putra Ngadi itu. Mereka juga menginginkan, agar semangat Ain Ni Ain (saling memiliki) dan kehangatan keluarga menjadi pengalaman indah yang dirasakan oleh imam baru kelahiran Langgur, 8 November 1985 ini. “Desa kecil ini mengajarkan saya menjadi orang Katolik yang baik.”

Sebelumnya, Pastor Janes juga merayakan Misa perdana di kampung asal bapaknya, di Kairatu, Seram Barat, Maluku. Mayoritas penduduk dan keluarganya di sana beragama Kristen. Namun demikian, kedatangan Pastor Janes disambut begitu meriah. Masyarakat Kairatu menggiringnya dengan Tari Saureka-reka atau Tari Gaba-gaba (pohon Sagu).

Saat warga mengaraknya keliling kampung, banyak orang menjamah jubah Pastor Janes. Mereka bangga kepada pastor pertama dari Kairatu. Di sana ia juga diminta para tokoh masing-masing agama untuk memberkati gereja Katolik dan Kristen, serta masjid. “Ini tanda solidaritas umat untuk saya,” ungkap anak kedua dari empat bersaudara itu.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*