Artikel Terbaru

Romo Marselus Hasan: Pembawa Cahaya di Pelosok

Romo Marselus Hasan menerima penghargaan dari Luhut Panjaitan, pejabat sementara Menteri ESDM, Oktober 2016.
[NN/Dok.Pribadi]
Romo Marselus Hasan: Pembawa Cahaya di Pelosok
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comListrik dari PLN belum menjangkau daerah Bea Muring dan sekitarnya. Generator sebagai sumber penerangan di sana sering rusak. Ia pun bergulat memperbaiki generator yang rusak dan mencari cara membangun pembangkit listrik tenaga air.

Anton S. Wahjosoedibjo, anggota dewan juri Penghargaan Energi Nasional mengirim surat elektronik perihal seorang imam yang menerima Penghargaan Energi Nasional. Nama imam itu adalah Marselus Hasan. Romo Marsel, menerima penghargaan itu atas perannya dalam pembangunan empat Pusat Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di empat desa di Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Para dewan juri menilai, Romo Marsel berhasil menghimpun serta mendorong swadaya masyarakat di pedesaan, unsur-unsur pimpinan Gereja dan daerah untuk membangun PLTMH. Saat ini ada puluhan proyek PLTMH di seluruh pelosok Indonesia yang “mangkrak”, karena terhambat berbagai persoalan, seperti perizinan dan kesulitan modal. “Apa yang dilakukan

Romo Marsel merupakan contoh inspiratif,” tulis Wahjosoedibjo. Romo Marsel menerima penghargaan untuk kategori Prakarsa Perorangan itu pada peringatan hari jadi Pertambangan dan Energi ke-71, Oktober 2016. Total ada 1120 Kepala Keluarga (KK) menjadi pengguna energi listrik PLTMH karya Romo Marsel. “Juga ada fasilitas umum, seperti gereja, mushola, sekolah, Puskesmas, kantor desa, dan kantor kecamatan menggunakan listrik PLTMH,” jelas Romo Marsel.

Mulanya Generator
Cerita Romo Marsel membangun PLTMH bermula dari sebuah generator yang rusak. Pada pertengahan Juni 2011, Uskup Ruteng Mgr Hubertus Leteng mengutus Romo Marsel menjadi Pastor Paroki St Damian Bea Muring, Manggarai. Listrik dari PLN belum menjangkau Paroki Bea Muring. Penerangan hanya bersumber dari sebuah generator, itupun hanya untuk pastoran dan beberapa rumah di sekitar. Generator itu seringkali rusak. Listrik pun hidup dan mati tanpa kompromi. “Sejak hari pertama, pekerjaan rutin yang saya lakukan adalah memperbaiki generator,” kenang Romo Marsel.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*