Artikel Terbaru

Komunitas Pria Katolik Paroki Curug: Pria Katolik Saling Mengasah

Para peserta acara Temu Pria Katolik.
[NN/Dok.Pribadi]
Komunitas Pria Katolik Paroki Curug: Pria Katolik Saling Mengasah
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com“Besi menajamkan besi dan pria menajamkan sesamanya.” Kutipan Amsal 27:17 ini menjadi landasan Komunitas Pria Katolik (KPK) Paroki Curug untuk berbagi suka duka dan merawat panggilan sebagai ayah dan suami.

Suatu malam pertengahan Februari lalu, empat perintis KPK mendadak bisa berkumpul bersama. Padahal kata seorang di antara mereka, Andi Janto Singgih, agak susah bagi mereka untuk kumpul. Andi dan kawan-kawan memang bekerja tidak satu atap. “Iya, karena kesibukan kerja yang berbeda. Kadang dua tiga orang kumpul, yang satu nggak bisa, jadi agak jarang selengkap ini,” jelas Andi.

Nama KPK mengacu pada Komunitas Pria Katolik Paroki St Helena Curug, Keuskupan Agung Jakarta (KAJ), bukan lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi, lembaga negara yang terkenal itu. Namun, Andi menolak jika nama KPK dipakai untuk kepentingan pasar komunitas. “Itu hanya singkatan yang kebetulan saja sama,” urai Andi saat ditemui pekan lalu.

Buah Camp
Sambil menyeruput teh yang telah dipesan sebelumnya, Andi mulai bercerita hal ihwal kelahiran komunitas ini. Oktober 2013, Andi, William Winata, dan Irwan Santiago mengikuti Camp Pria Sejati Katolik di Sentul, Jawa Barat. Beberapa waktu kemudian, Mustofa Hadi, juga mengikuti Camp Rohani yang sama. Keempat sahabat ini juga aktif terlibat dalam pelayanan di Lingkungan dan Persekutuan Doa Karismatik Katolik di Paroki Curug.

Suasana camp rohani di Sentul memantik cita keempat pria ini untuk membuat wadah persemaian pria yang berakar, bertumbuh, dan berbuah dalam kebun rohani. “Di camp, kami mengalami sukacita pemulihan dan pertobatan, serta pengalaman rohani yang menggugah. Kami ingin membagi itu kepada sesama,” ungkap Andi yang juga diamini Irwan Santiago.

Keinginan membagi buah camp rohani yang sudah mereka ikuti sebelumnya, menuntun langkah mereka membentuk KPK. Beberapa bulan berselang, mereka menemui Romo Barnabas Nono Juarno OSC, Kepala Paroki Curug kala itu. Mereka mengutarakan kerinduan membangun KPK di Paroki Curug. Target mereka adalah para pria; suami dan ayah di Paroki Curug dan para alumni camp. “Kami menyadari, pria membutuhkan komunitas untuk saling belajar, menguatkan, dan mendoakan dalam rangka menjaga panggilan sebagai suami dan ayah,” ungkap Andi.

Gayung bersambut. Romo Nono menerima ide keempat pria ini dan menyarankan agar komunitas ini ada di bawah Seksi Kerasulan Keluarga (SKK) Paroki Curug, karena anggotanya pria, suami, dan ayah yang merupakan bagian integral dari sebuah keluarga. Saran serupa juga mereka terima dari Vikaris Episkopal KAJ Romo Andang L. Binawan SJ, yang membawahi kelompok-kelompok kategorial di KAJ.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*