Artikel Terbaru

St Vincenzo Grossi: Pastor Paroki, Pendiri Tarekat Suster Oratori

Hasil Karya : Para Suster Oratori saat menghadiri Misa Kanonisasi Bapa Pendiri mereka.
[dailymail.com]
St Vincenzo Grossi: Pastor Paroki, Pendiri Tarekat Suster Oratori
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Ia imam yang melayani dengan rendah hati dan peduli kepada kaum muda miskin Italia. Ia pendiri Kongregasi Para Suster Oratori.

Malam hampir tiba. Vincenzo Grossi dan Alexandro Corbari terus mengayun langkah di tengah hutan. Tak ada siapa pun yang mereka jumpai dalam perjalanan itu. Perasaan ciut dan cemas menyelimuti hati dua imam ini.

Baru separuh jalan, Corbari ragu dengan jalan yang mereka lalui. “Kita pasti tersesat,” pikir sahabat Grossi ini. Membaca situasi ini, Vincenzo berkata, “Jangan menyerah pada takdir. Tuhan akan mengirimkan seorang malaikat penjaga untuk kita. Jangan berkecil hati.”

Corbari yang merasa takut langsung mendaraskan doa Rosario. Sekonyong-konyong nampak seorang anak kecil berjalan di hadapan mereka. Anak itu menunjuk jalan, lalu berpesan kepada mereka, “Jangan berlindung di hutan ketika malam tiba. Lewatilah jalan utama, itu lebih aman.” Dalam sekejap anak itu pun menghilang.

Dua imam itu tiba dengan selamat di Biara Para Suster Oratori (Daughters of the Oratory) yang baru didirikan Vincenzo. Mereka yakin, Tuhan mendengarkan doa mereka dan mengirimkan malaikat-Nya.

Tekad Membara
Vincenzo adalah anak pasangan Baldas sare Grossi dan Maddalena Capel lini, pemilik penggilingan tepung di Cremona, Milan, Italia. Meski kondisi finansial keluarganya cukup baik namun keluarganya tetap hidup sederhana. Anak ketujuh dari 10 bersaudara ini lahir di Pizzighettone, Cremona, 9 Maret 1845. Ia tumbuh dalam disiplin dan kesalehan tradisi Katolik. Masa kecilnya dihabiskan Kegembiraan: Paus Fransiskus memimpin Misa Kanonisasi St Vincenzo Grossi. dengan doa dan kerja keras.

Vincenzo ingin menjadi imam. Usai menerima Komuni Pertama, ia menyatakan niatnya kepada orang tua. Sayang, sang ayah tak merestui cita-cita putranya. Baldassare sudah bermimpi, Vincenzo akan meneruskan usaha keluarga di penggilingan tepung. Ia selalu mengajak putranya bekerja di peng gilingan. Semua itu dilakukan Baldassare agar Vincenzo melupakan keinginannya menjadi imam.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*