Artikel Terbaru

Gerakan Umat Menghidupkan Seminari

Mgr Agustinus Agus melelang gambar kudus untuk penggalangan dana GOTAUS.
[HIDUP/Christophorus Marimin]

HIDUPKATOLIK.comJumlah seminari di Indonesia banyak. Hanya, kualitas lembaga pendidikan calon imam yang masih jauh dari harapan. Ada berbagai gerakan umat untuk membiayai pendidikan seminaris.

Lembaga pendidikan calon imam sangat penting bagi Gereja. Dari lembaga-lembaga inilah lahir pribadi-pribadi yang akan menjadi gembala Gereja masa yang akan datang. Menurut data terbaru Komisi Seminari Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), terdapat 37 seminari menengah, 13 seminari Tahun Orientasi Rohani, dan 14 seminari tinggi diosesan. Seminari-seminari ini tersebar di berbagai Keuskupan.

Secara kuantitas, dapat dikatakan bahwa masa depan gembala Gereja Indonesia tak perlu dikhawatirkan. Lembaga-lembaga ini dapat diandalkan untuk menelurkan pemimpin-pemimpin Gereja masa depan yang andal. Tapi bila dilihat dari sisi kualitas, masih banyak hal yang perlu dibenahi, terutama di bidang sarana dan prasarana penunjang pendidikan para calon imam.

Sekretaris Eksekutif KWI Romo Siprianus Hormat, yang juga masih merangkap Sekretaris Komisi Seminari KWI hingga Agustus, menjelaskan bahwa hampir 85 persen seminari-seminari ini masih kekurangan di bidang fasilitas belajar dan pembinaan ke pri badian. Di beberapa seminari, gedung sekolah masih mengandalkan bangunan tua tahun 50an. Belum lagi soal makan-minum. Menu-makanan di seminari masih di bawah standar. “Selain itu, dari sekitar 6200 siswa yang sekolah di seminari, setengahnya membutuhkan beasiswa,” ujar Romo Sipri.

Berangkat dari keprihatinan ini, KWI menggalang bantuan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan para seminaris. Meski tidak serta-merta menutup semua kekurangan, namun paling tidak bisa menghidupi seminari-seminari yang mengalami kekurangan.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*