Artikel Terbaru

Mendampingi Seminari Kecil

Seminaris di Seminari St Yohanes Maria Vianney Saumlaki mengadakan kerja bakti.
[NN/Dok.Pribadi]

HIDUPKATOLIK.com – Dalam jenjang formasi calon imam, dikenal juga sebuah jenjang yang disebut seminari kecil. Seminari kecil menerima siswa dari lulusan sekolah dasar. Ini setara dengan sekolah menengah pertama. Salah satu seminari yang punya unit seminari kecil adalah Seminari St Maria Bunda Segala Bangsa Maumere, Flores, NTT. Salah satu Staf Pendamping di Seminari Maumere, Romo Raymundus Minggu mengatakan, tiap tahun peminat yang melamar ke seminari kecil bisa mencapai 150 orang. Namun, para staf pembina sepakat hanya menerima 120 orang sesuai dengan kapasitas tampung seminari.

Menurut Romo Raymond, ada tantangan tersendiri dalam mendidik para “seminari SMP” ini. Salah satunya adalah menyetarakan aspek kognitif, karena mereka datang dari sekolah dasar yang berbeda-beda. Selain itu mereka masih kecil-kecil, sehingga yang harus dibuat pertama adalah membuat mereka nyaman tinggal di seminari.

Hal ini juga pernah dialami Romo Christo De Ngasi pada 2011, imam Keuskupan Weetabula ini menjalani Tahun Orientasi Pastoral di Seminari St Fransiskus Asisi Sinar Buana Sumba, NTT. Ketika itu, ia dan para staf seminari harus menenangkan belasan anak seminari kecil asal Flores yang menangis setelah diantar orangtuanya. “Bahkan saya harus membeli kelereng agar mereka bisa bermain dan lupa orangtua,” ujar Romo Christo.

Selain Seminari Maumere dan Seminari Sinar Buana, ada juga beberapa seminari lain yang jenjang pendidikan seminarinya dimulai dari tingkat SMP. Misalnya Seminari Pius XII Kisol Manggarai Timur, Seminari St Yohanes Berkhmans Mataloko Ngada, dan Seminari Roh Kudus Tuka, Bali. Di Maluku, ada juga Seminari St Yohanes Maria Vianey Saumlaki, Seminari St Joseph Tobelo Halmahera, dan Seminari St Petrus Rasul Dobo, Kepulauan Aru yang mempunyai jenjang pendidikan seminari kecil.

Stefanus P. Elu/Yusti H. Wuarmanuk

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 11 Tanggal 12 Maret 2017

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*