Artikel Terbaru

Hyronimus Rowasiu: Panggilan Menetaskan Praja Pilihan

Hyronimus Rowasiu.
[HIDUP/Edward Wirawan]
Hyronimus Rowasiu: Panggilan Menetaskan Praja Pilihan
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comJejak “terbaik” di setiap jenjang pendidikan berbuah mahkota bagi Hyro. Ia kini menjadi salah satu orang penting di IPDN. Tugasnya melahirkan para praja yang berkualitas.

Setelah menutup pintu ruang tamu, Hyronimus Rowasiu duduk di sofa. “Pak Sumarsono, mantan PLT Gubernur Jakarta hingga Andi Mallarangeng biasa duduk di sini,” ungkap Hyro tersenyum, sembari mengelus bidang sofa itu. Saat ini Hyro adalah Pembantu Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Bidang Kemahasiswaan. Dulu, ia pernah satu tim dengan Andi Mallarangeng yang menjabat ketua program studi di kampus pencetak praja itu.

Hyro antusias bercerita soal IPDN saat ditemui pekan lalu di rumah dinasnya di kompleks IPDN Cilandak, Jakarta Selatan. Sebagai pembantu rektor, kesibukan yang padat menjadi semacam ritual bagi dia. “Saya harus selalu bolak-balik Jatinangor-Jakarta dan me ngunjungi beberapa kampus IPDN di daerah,” ujarnya sembari membuka laptop.

Hyro menunjukkan beberapa foto lama saat bersama Profesor Ryaas Rasyid serta beberapa tokoh lain yang merumuskan konsep otonomi daerah. “Setelah reformasi, ada perubahan sistem sentralisasi ke desentralisasi dalam bentuk otonomi daerah. Saya ada di pusaran penata perubahan itu,” kenang Hyro. Status Hyro muda sebagai akademisi menjadi alasan keterlibatannya dalam tim perumus pembentukan otonomi daerah.

Predikat Terbaik
Hyro memulai jejak akademik dari Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Lulus SMA, ia melanjutkan pendidikan di Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) Kupang dan lulus pada 1990. Namanya ada di jajaran lima besar lulusan terbaik. Berkat prestasi ini, ia bersama empat orang rekannya suatu kali dipanggil Rudini, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) kala itu. Setelah pertemuan itu, Rudini menugaskan Hyro dan kawan-kawan menjadi pembina para kader pamong praja di APDN Nasional di Jatinangor-Sumedang, Jawa Barat.

Tahun 1992, APDN Nasional ditingkatkan menjadi Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) dan kini menjadi IPDN. Pada 1993, Hyro melanjutkan pendidikan strata satu di Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) Jakarta. Dua tahun berselang, ia tamat dengan predikat lulusan terbaik Program Studi Politik Peme rintahan.

Predikat terbaik meretas jalan lebar bagi suami Anna Maria Hamel ini. Hyro lalu melanjutkan studi magister Ilmu Pemerintahan di Universitas Padjadjaran Bandung. Sekali lagi, putra Bajawa ini lulus dengan predikat Cum Laude.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*