Artikel Terbaru

St Johannes Conrad dari Parzham OFMCap (1818-1894): Sang Penjaga Pintu Biara

St Johannes Conrad dari Parzham OFMCap.
[saintconradparzham.com]
St Johannes Conrad dari Parzham OFMCap (1818-1894): Sang Penjaga Pintu Biara
1 (20%) 1 vote

HIDUPKATOLIK.com – Ia menjadi penjaga pintu biara selama lebih dari 40 tahun. Lewat pekerjaan sederhana, ia membuktikan bahwa kesucian hidup diperoleh karena setia.

Para peziarah memadati Biara St Anna di Altötting, Bayern, Jerman. Bruder
Conrad bertugas melayani para peziarah. Seketika ia merasakan tubuhnya lemas sekali. Kepala biara pun mengizinkan Br Conrad beristirahat. Tiga hari kemudian, anak-anak kecil di Altötting datang berkumpul di sekeliling tempat tidurnya. Mereka mendaraskan doa Rosario. Padahal anak-anak ini tidak diberitahu tentang segala ihwal sakit Br Conrad.

Di telinga Br Conrad, suara anak-anak yang mendaraskan doa Rosario terdengar bagai siulan dan cuitan burung. Saat membuka mata, sang bruder langsung memberkati anak-anak miskin tersebut, lalu menutup mata lagi. Ternyata Br Conrad menutup mata selamanya. Kepala biara bersaksi, “Saudara Conrad meninggal dunia diiringi musik alami. Ia diantar anak-anak surgawi menuju Bapa di surga.” Ada juga yang menulis, “Saudara Conrad seketika membuka mata, mendengar bel yang begitu tak sabar dinantinya. Untuk terakhir kali, ia bergegas ke pintu. Namun kali ini, ketika pintu terbuka, ia melihat Sang Peziarah Sejati, yaitu Yesus datang menjemputnya.”

Teman Baru
Conrad dibaptis dengan nama Johannes. Ia lahir di Bad Griesbach, 22 Desember 1818. Kini, daerah Bad Griesbach berada di Parzham, Jerman. Bocah yang sejak kecil disapa John ini menghabiskan masa kecil di peternakan milik keluarga. Sebagai anak petani, John dilatih untuk bekerja keras dan bertanggung jawab atas semua pekerjaan yang diberikan. Dalam keluarga, ia diberi tanggung jawab mengurus hewan ternak. Ia menerima tugas itu dengan penuh semangat. Pagi-pagi buta, John sudah bangun mencari rumput untuk pakan ternak. Rutinitas itu ia lakoni hingga berusia 12 tahun.

John sangat mencintai pekerjaan itu. Setidaknya, ia bisa mengenal ciptaan lain sebagai bagian dari pemberian Tuhan. Kadang ia memperlakukan hewan-hewan tersebut seperti teman sendiri. John bisa berbicara, tersenyum, dan bercanda ria dengan hewan-hewan itu. Hal ini membuat ia dijuluki Hansel, “Si Pengecap” oleh saudara-saudarinya. Ia kerap mencium, bahkan memberikan wajahnya untuk dijilati hewan-hewan piaraannya.

Bartholomäus Birndorfer dan Gertrude Niedermayer, orangtuanya, tahu perilaku John tersebut. Tapi mereka membiarkan tingkah buah hatinya ini. Bartholomäus dan Gertrude sangat menghargai setiap pekerjaan yang dilakukan anak-anaknya. Mereka membagi kasih sayang sama rata kepada anak-anaknya.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*