Artikel Terbaru

Gereja yang Terlibat

Gereja yang Terlibat
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Kongregasi Suster-suster Cintakasih St Carolus Borromeus (CB) merayakan ulang tahun yang ke-180. Hampir dua abad, suster-suster yang didirikan Maria Elisabeth Gruyters di Maastricht, Belanda, pada 1837 ini hadir melayani Gereja. Di Indonesia, para suster CB unggul di bidang pelayanan kesehatan dan pendidikan. Boleh dikata, dua bidang pelayanan ini sudah menjadi ciri khas suster-suster CB.

Tentu saja, konsistensi dan kontinuitas pelayanan para suster CB ini didasarkan pada spiritulitas pendiri mereka. “Kharisma Bunda Elisabeth memberi inspirasi kepada kita yang dipanggil dalam Kongregasi ini, untuk berusaha membina dan mengungkapkan sikap “Hamba Yahwe” dalam hidup kita. Dalam menjawab tantangan jaman, dengan kegembiraan dan kesederhanaan kita mengabdi sesama terutama mereka yang mengalami kesesakan hidup. Dengan keyakinan teguh bahwa Kristus Sang Tersalib memanggil kita melalui mereka kita rela berbagi harta rohani dan jasmani dengan mereka” (Konst. 3).

Di lingkungan Gereja, pelayanan sosial kepada mereka yang miskin, lemah, dan tersingkir tak pernah berkesudahan. Sejarah mencatat, Gereja, lewat orang per orang dan tarekat-tarekat hidup bakti serta kelompok-kelompok karya karitatif, telah mencurahkan perhatian dan cinta kasih kepada mereka yang menderita.

St Carolus Borromeus (1538-1610) yang menjadi pelindung Kongregasi CB adalah Uskup Agung Milano yang membaktikan pelayanan kepada mereka yang sakit dan menderita. Ketika penyakit sampar ganas mewabah di Milan, Italia, pada 1576, St Carolus menyisihkan tempat tinggalnya untuk dijadikan rumah sakit. Lalu, ia sendiri juga melayani sebagai perawat dan pembimbing rohani para pasien. Selain memberi perhatian kepada orang-orang sakit, ia juga menaruh perhatian besar kepada orang-orang miskin. Ia membagikan kekayaan kepada orang-orang miskin serta menyisihkan dana pribadi untuk beasiswa bagi anak-anak yang berasal dari keluarga yang berkekurangan.

Kiranya St Carolus Borromeus dan para orang kudus yang sudah lebih dulu
mendedahkan karya pelayanan sosial dalam ziarah Gereja sejak berabad-abad lalu, menginspirasi anggota Gereja agar tidak letih dalam melanjutkan bidang pelayanan ini. Sebab, ke tengah masyarakat dunia yang miskin dan tersingkirlah Gereja diutus untuk berkotor tangan dengan terlibat aktif menyelami persoalan-persoalan dunia, demikian pesan Paus Fransiskus. Kristus yang tersalib akan memancarkan cahaya cinta kasih untuk menerangi pelayanan sosial Gereja supaya tidak kehilangan arah dan tandus inspirasi.

Perlu diingat pula bahwa satu batang lidi tak sanggup mengumpulkan daun-daun kering yang berserakan di halaman. Hanya dalam satu ikatanlah, lidi-lidi itu bisa berfungsi secara efektif. Demikian pula dengan pelayanan Gereja. Orang per orang, kongregasi-kongregasi dan karya-karya karitatif Gereja hendaknya bersatu padu untuk saling menopang, agar pelayanan kepada mereka yang miskin, lemah, dan tersingkir menjadi gerakan universal Gereja. Singkirkanlah segala persaingan tidak sehat karena ia akan jadi luka yang menggerogoti spirit pelayanan Gereja dari dalam. Hendaklah semua anggota Gereja mengenakan pakaian cinta kasih yang sama dan menjadikan cahaya kebangkitan sebagai terang di medan pelayanan.

Redaksi

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 18 Tanggal 30 April 2017

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*