Artikel Terbaru

Fransiskus Xaverius Alex Yuniarto: Cinta yang Mengubah

Fransiskus Xaverius Alex Yuniarto.
[HIDUP/Yanuari Marwanto]
Fransiskus Xaverius Alex Yuniarto: Cinta yang Mengubah
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comHidupnya hancur gegara orangtua berpisah. Ganja dan minuman beralkohol jadi santapan harian. Dukun pun sempat jadi pelarian demi mendapatkan cinta.

Ada pepatah yang berbunyi, tempat persembunyian paling aman adalah tempat yang amat berbahaya. Fransiskus Xaverius Alex Yuniarto mafhum soal adagium itu. Bagi Alex, suaka teraman untuknya nyimeng (menghisap ganja) di kampus justru di dekat Kapel St Albertus Magnus, Unika Atma Jaya Jakarta.

Padahal bangunan yang berada di lantai 13 Gedung Karol Wojtyla itu tak pernah sepi pengunjung. Aksinya rentan terendus orang yang lalu-lalang.

Tapi di ruang tangga darurat, persis di samping kapel, menjadi surga baginya
bersama seorang teman membakar “rokok kecil”.

“Aman. Saya tak pernah ketahuan,”. Masuk kampus pada 1993 sebagai mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Alex juga terjun ke dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pastoran Atma Jaya.

Fokus perhatian UKM ini adalah pengembangan kerohanian bagi para mahasiswa. Tapi sepertinya Alex menjadikan UKM ini sebagai kamuflase. Ia sering menggelar pesta minuman keras bersama para koleganya.

Pemberontakan Diri
Tahun-tahun awal kuliah, menurut Alex, adalah masa pemberontakan dirinya. Pria kelahiran Jakarta, 10 Juni 1975 ini, ingin melawan situasi runyam yang terjadi dalam keluarganya. Sayang, kelakuannya justru kian menambah pelik situasi. Seandainya otoritas kampus atau Polisi berhasil mengendus dan mencinduk pria berkacamata itu karena mengkonsumsi barang-barang haram, tamatlah masa depannya. Sementara ia masuk perguruan tinggi juga andil orang lain. Ada umat Paroki St Antonius Padua Bidaracina, Keuskupan Agung Jakarta, yang membayar uang pangkal kuliahnya.

Pendidikan Alex sejak Sekolah Dasar dan Menengah juga terkatung-katung. Bisa lebih dari tiga bulan ia menunggak uang sekolah. Saat teman-temannya memamerkan nilai-nilai rapor, Alex hanya bisa diam sambil menelan ludah. Ia justru mendapat surat peringatan dan teguran karena belum melunasi uang pendidikan.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*