Artikel Terbaru

Kolonel Inf. Gabriel Lema: Darah Komando dari Ayah

Kol. Inf. Gabriel Lema.
[HIDUP/Fr Nicolaus Heru Andrianto]
Kolonel Inf. Gabriel Lema: Darah Komando dari Ayah
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comKekaguman akan sosok ayah mengantar Gabriel menjadi perwira TNI. Pada masa kecil ia berteriak untuk menjajakan pisang goreng, kini ia berteriak kesetiaan seorang pemimpin prajurit. Komando!

Kala masih bocah, Gabriel Lema gemar menonton. Bukan menonton televisi,
setiap pagi, Gabriel menonton bayangan ayahnya, Johanis Lema saat menyisir rambut, di depan cermin. Lema senior adalah seorang perwira Polisi berpangkat Pembantu Letnan Satu (Peltu). “Ketika pamit, ayah selalu menghentakkan kakinya ke tanah. Itu ritual kesiapannya menjalani tugas setiap hari,” kenang Gabriel.

Bungsu dari delapan bersaudara ini amat mengagumi sang ayah yang selalu tampil rapi dan gagah. Sayang seribu sayang, Gabriel tak lama menyaksikan kegagahan ayahnya itu. Lema senior meninggal ketika Gabriel masih berusia empat tahun.

Kepergian sang ayah meninggalkan perasaan kehilangan bagi Gabriel dan ketujuh saudaranya. Gaji pensiunan sang ayah tak mungkin mencukupi kebutuhan keluarga. Sang ibu, akhirnya merintis jualan pisang goreng yang dijajakan Gabriel dan tiga kakaknya. Setiap pagi, setelah ibunya selesai menggoreng pisang, Gabriel dan tiga kakaknya menyiapkan talam dan menjajakan di sekolah saat istirahat siang.

Gabriel kecil biasa menemani kakak perempuannya. Di sepanjang jalan menuju sekolah, suara kecil Gabriel lantang berteriak, “Pisaaang goreeeng… pisaaang goreeeng.”

Kini, Gabriel masih suka berteriak. Tetapi teriakannya adalah teriakan komando seorang perwira menengah Angkatan Darat. Jabatan Gabriel saat ini adalah sebagai Danrem 022/Pantai Timur, Pematangsiantar, Sumatera Utara. Ia berpangkat kolonel dan memimpin sekitar 3000 prajurit.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*