Artikel Terbaru

OCI di Mata Prajurit TNI-POLRI

Pastor Mayor (Sus) Yos Bintoro Pr, perwira rohani Katolik TNI AU saat ditemui di Paroki TNI AU Santo Mikael, Pangkalan Udara Adisutjipto, Yogyakarta.
[NN/Dok.HIDUP]
OCI di Mata Prajurit TNI-POLRI
3 (60%) 2 votes

HIDUPKATOLIK.comKeberadaan Ordinariat Militer Indonesia diharapkan bisa mengisi kebutuhan rohani atau spiritual para prajurit TNI-POLRI. Menjadi 100 persen Katolik, 100 persen Indonesia itu muara yang ingin dituju.

Ordinariat Militer Indonesia (Ordinariatus Castrensis Indonesia/OCI) atau Keuskupan Militer mempunyai tugas untuk menjalankan karya pastoral spiritual bagi umat Katolik di lingkungan militer dan kepolisian. Tugas ini merujuk pada Konstitusi Apostolik Spirituali Militum Curae yang ditetapkan Bapa Suci Yohanes Paulus II pada 21 April 1986.

Keberadaan OCI ini dirasa mendukung pengembangan iman, rohani para prajurit TNI-POLRI. Beberapa perwira tinggi mengungkapkan arti penting dan harapan mereka terhadap OCI.

Marsekal Pertama TNI Antonius Sri Munada
Taji Madya Bidang Strategi Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhannas RI)

“Semenjak dibentuk Ordinariat Militer Indonesia, anggota di TNI-POLRI merasa ada komunitas dan mendapat informasi, berita terkait Gereja. Di komunitas ini, kami bisa saling sharing. Kami juga mendapat informasi yang
berkaitan dengan hal-hal yang baik, juga yang negatif yang seharusnya dilakukan dan tidak dilakukan terkait iman Katolik.

Lewat grup Whatsapp (WA) yang dibuat juga membuat anggota TNI-POLRI yang beragama Katolik bisa saling menyapa, bertukar pengalaman iman. Kami juga diajak untuk membaca renungan Sabda Allah dan berdoa. Menurut saya, pribadi-pribadi dapat memperkaya diri akan iman. Komunitas ini juga mengeratkan kami. Ini menjadi kesempatan kami untuk saling silaturahmi, sharing keimanan Katolik dan pengalaman tugas di TNI-POLRI.

Saya merasa dengan komunitas ini ada lingkup pergaulan yang lain, selain tugas di masing-masing matra. Kita laksanakan tugas sesuai dengan iman yang kita yakini. Kita juga berusaha untuk membawa diri, tidak melakukan kesalahan seperti korupsi, tindakan yang tidak adil, bertindak adil terhadap kepada anggota. Kita harus bisa memberikan nilai-nilai positif dalam setiap tugas di masing-masing angkatan. Kita mesti menjadi garam dan terang.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*